<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690</id><updated>2011-11-27T16:16:22.568-08:00</updated><category term='Psikologi'/><category term='Nusantara'/><category term='Filsafat'/><title type='text'>Dinding Nusantara</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-919085289665900910</id><published>2009-08-24T06:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T07:45:40.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Borobudur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKiqOR4SSI/AAAAAAAAAGc/9kgyzL6zyjg/s1600-h/borobudur_aerial_vew.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKiqOR4SSI/AAAAAAAAAGc/9kgyzL6zyjg/s320/borobudur_aerial_vew.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373536151677716770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Boobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang berada di Indonesia, tepatnya Magelang, Jawa Tengah.Lokasi candi kurang lebih 100 km di sebelah barat daya kota Semarang dan 40 km di sebelaha barat laut kota Yogyakarta. Akan tetapi kapan candi Borobudur itu di dirikan tidaklah dapat diketahui secara pasti, namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan adanya tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli candi Borobudur yang menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasasti di akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9 M, dari bukti-bukti tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800-an M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat Borobudur adalah candi terbesar di dunia yang pernah dibangun untuk penghormatan terhadap sang Budha. Bayangkan saja bangunannya mencapai 14.000m persegi dengan ketinggian hingga 35,29m.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKi8DOnJtI/AAAAAAAAAGk/Q6SbjbSad_M/s1600-h/40695_188_indonesia_borobudur_kl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKi8DOnJtI/AAAAAAAAAGk/Q6SbjbSad_M/s320/40695_188_indonesia_borobudur_kl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373536457948866258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dari candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di setiap tingkatannya beberapa stupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuno yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jataka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKjUs1V36I/AAAAAAAAAGs/O55j-h1D81Q/s1600-h/borobudur4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKjUs1V36I/AAAAAAAAAGs/O55j-h1D81Q/s320/borobudur4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373536881434025890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Secara berurutan, makna cerita pada relief candi Borobudur secara singkat bermakna sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karmawibhangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi Borobudur, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalitawistara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti “hukum”, sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKk5scEPcI/AAAAAAAAAG0/Kkr-A-GebAU/s1600-h/borobudurv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKk5scEPcI/AAAAAAAAAG0/Kkr-A-GebAU/s320/borobudurv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373538616494800322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jataka dan Awadana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKlVoMpAPI/AAAAAAAAAG8/ilpTLzWCBTg/s1600-h/Borobudur_01_H-26a7f.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKlVoMpAPI/AAAAAAAAAG8/ilpTLzWCBTg/s320/Borobudur_01_H-26a7f.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373539096392696050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gandawyuha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Borobudur merupakan sebuah bukti sejarah yang menggambarkan kekuatan negeri ini, Borobudur merupakan kekayaan warisan budaya nenek moyang negeri ini yang patut kita jaga, syukuri dan kita banggakan. Selamat menikmati keindahan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-919085289665900910?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/919085289665900910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/08/borobudur.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/919085289665900910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/919085289665900910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/08/borobudur.html' title='Borobudur'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpKiqOR4SSI/AAAAAAAAAGc/9kgyzL6zyjg/s72-c/borobudur_aerial_vew.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-5344649431621694036</id><published>2009-08-23T11:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T11:50:19.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Ujung Genteng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGNDGkWIFI/AAAAAAAAAF0/NXsj6AR0FOI/s1600-h/ombaktujuh03+ug.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGNDGkWIFI/AAAAAAAAAF0/NXsj6AR0FOI/s320/ombaktujuh03+ug.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373230914871894098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung Genteng, Sebuah daerah di pesisir pantai selatan Jawa Barat, tepatnya terletak di wilyah Kabupaten Sukabumi. Penduduk Ujung Genteng Kebanyakan berpropesi sebagai nelayan, ada juga yang membudidayakan Penyu yang menghasilkan telur yang sangat lezat dan cukup mahal bila di jual, dan sisanya ada yang bertani serta menjadi penyadap Nira yang dijadikan gula kelapa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Letak Ujung Genteng memang cukup jauh, jarak dari pusat Kota Sukabumi pun ± 100Km, perkiraan perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat sekitar 3-4 jam, dengan jalan yang berbelok-belok dan tebing-tebing yang tinggi serta jurang-jurang yang sangat dalam.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Apabila dihitung dari Kota Jakarta, jaraknya ± 200Km, perkiraan waktu perjalanan yang ditempuh sekitar 5-6 jam, itupun apabila perjalanan lancar, karena saat akan memasuki wilayah Kabupaten Sukabumi, akan melewati kota kecil Cicurug dan Cibadak yang terkenal dengan kemacetannya sehingga dapat memperlambat perjalanan menuju Kota Sukabumi, namun apabila telah memasuki wilayah Kota Sukabumi perjalanan akan kembali lancar hanya saja lebar jalan dari Kota Sukabumi menuju Ujung genteng sangat kecil, sehingga hanya mampu dilalui dua kendaraan mobil,  dan tidak dapat ditempuh dengan kecepatan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGNYFGTh5I/AAAAAAAAAF8/QIKEXiHCyJM/s1600-h/penyu03+ujung+genteng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGNYFGTh5I/AAAAAAAAAF8/QIKEXiHCyJM/s320/penyu03+ujung+genteng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373231275254712210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Namun, meskipun perjalanannya begitu jauh dan melelahkan, tidak akan menyesal rasanya karena akan setimpal dengan keindahan alam yang disajikan di Ujung Genteng. Wilayah pesisiran yang terbilang masih alami dengan hamparan pasir putih yang sangat indah dan ombak-ombak yang sangat memesona yang akan jarang sekali ditemukan di wilayah pantai lain.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Didaerah Ujung Genteng sendiri meiliki keindahan dan keunikan yang jarang kita temui di pantai-pantai yang lain, seperti, di Ujung Genteng kita dapat menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam yang sangat jarang sekali dimiliki di pantai-pantai yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGNodaseaI/AAAAAAAAAGE/rty5TmpRJWc/s1600-h/pantai-ujung-genteng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGNodaseaI/AAAAAAAAAGE/rty5TmpRJWc/s320/pantai-ujung-genteng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373231556660591010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Keunikan yang lainnya dari Ujung Genteng adalah, pesisir pantai sepanjang ujung genteng hingga pantai batu nunggul tidak terdapat ombak karena sudah tertahan oleh karang yang berada sekitar 200m sebelum garis pantai, padahal pantai-pantai di pesisir laut Selatan terkenal dengan ciri khas ombaknya yang besar termasuk di Ujung Genteng. Keindahan lainnya yang ada di Ujung Genteng adalah, disaat apabila air laut sedang surut, maka kita bisa berjalan-jalan jauh ke arah laut sambil melihat-lihat biota-biota laut yang terperangkap di kolam-kolam karang seperti, bintang laut, siput, ikan-ikan hias, udang-udang kecil dan bahkan cacing-cacing laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGOOp0LtsI/AAAAAAAAAGU/zKByTD_zOho/s1600-h/usunset+ujung+genteng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGOOp0LtsI/AAAAAAAAAGU/zKByTD_zOho/s320/usunset+ujung+genteng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373232212823750338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selamat Menikmati keindahan alam nusantara sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-5344649431621694036?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/5344649431621694036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/08/ujung-genteng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/5344649431621694036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/5344649431621694036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/08/ujung-genteng.html' title='Ujung Genteng'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SpGNDGkWIFI/AAAAAAAAAF0/NXsj6AR0FOI/s72-c/ombaktujuh03+ug.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-2309794376680537397</id><published>2009-06-28T09:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-28T09:31:00.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Persepsi, Emosi, Intelegensi dan Memori</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj136Ugj1CI/AAAAAAAAAEM/Jf4nP7RimVw/s1600-h/Persepsi+skull_illusions.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 314px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj136Ugj1CI/AAAAAAAAAEM/Jf4nP7RimVw/s320/Persepsi+skull_illusions.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349563776207410210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Persepsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi adalah proses aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberi makna pada informasi yang di terimanya.&lt;br /&gt;Persepsi bukanlah hasil penjumlahan bagian-bagian yang diindera seseorang, tetapi lebih dari itu merupakan keseluruhan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[the whole]. &lt;/span&gt;Teori Gestalt menjabarkan beberapa prinsip yang dapat menjelaskan bagaimana seseorang menata sensasi menjadi suatu bentuk persepsi.&lt;br /&gt;Dalam teori gestalt ada yang disebut prinsip &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Figure and Ground”. &lt;/span&gt;Prinsip ini menggambarkan bahwa manusia, secara sengaja maupun tidak, memilih dari serangkaian stimulus, mana yang menjadi fokus atau bentuk utama&lt;span style="font-style: italic;"&gt; [=figure] &lt;/span&gt;dan mana yang menjadi latar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[=ground].&lt;/span&gt; Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler. Merupakan tokoh dari teori ini yang menyimpulkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh”.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Contoh Kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sedang berada di dalam kelas di depan ada seorang dosen yang sedang mengajar dan di dekatnya ada White Board, Laptop, LCD, Meja, Kursi dll. Menurut anda mana yang menjadi Figure atau latar belakangnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj15ZsVZxfI/AAAAAAAAAEU/znbqLrcvne8/s1600-h/Persepsi+mata.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj15ZsVZxfI/AAAAAAAAAEU/znbqLrcvne8/s320/Persepsi+mata.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349565414690637298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari masalah diatas, yang menjadi Figure atau mana yang menjadi Ground tergantung dari orang mempersepsikan keadaan tersebut atas apa stimulus yang ia terima. Kalau menurut saya, apabila saya mempersepsikan keadaan tersebut sedang melakukan aktivitas belajar, maka yang menjadi Figure adalah dosen yang sedang ada didepan dan yang lainnya adalah sebagai Ground.&lt;br /&gt;Namun seringkali terjadi kesalahan persepsi, dalam kasus diatas seringkali seorang mahasiswa terjebak dalam keadaan yang membuatnya salah mempersepsikan terhadap stimulus yang ada, misalnya mahasiswa lebih tertarik menjadikan salah satu benda yang ada didepannya sebagai figure, hal ini sering kali terjadi karena persepsi seseorang dipengaruhi oleh ketersediaan informasi sebelumnya, kebutuhan dan pengalaman masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj15qARBJlI/AAAAAAAAAEc/hbEXtgwMG7w/s1600-h/Emosi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 262px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj15qARBJlI/AAAAAAAAAEc/hbEXtgwMG7w/s320/Emosi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349565694918862418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi ialah suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjusment terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu.&lt;br /&gt;Peter Salovey dan John D. Meyer adalah orang yang pertama-tama mengenalkan istilah kecerdasan emosi. Mereka menyatakan bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengerti emosi, menggunakan dan memanfaatkan emosi untuk membantu pikiran, mengenal emosi dan pengetahuan emosi, dan mengarahkan emosi secara reflektif sehingga menuju pada pengembangan emosi dan intelektualitas. Menurut mereka, terdapat empat tahapan keterampilan emosi untuk mencapai kecerdasan emosi. Masing-masing dari empat tahapan kecerdasan emosi itu memiliki empat hal. Berikut penjelasannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1. Persepsi, penilaian, ekspresi emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama ini terdiri dari empat hal :&lt;br /&gt;• Mampu mengenal emosi secara fisik, rasa, dan pikir. Artinya seseorang mampu mengenali emosi yang terwujud dalam ekspresi fisik, dalam perasaan yang dirasakan, dan yang ada dalam pikiran.&lt;br /&gt;• Mampu mengenal emosi pada orang lain, desain, karya seni dan lainnya melalui bahasa, bunyi, penampilan dan perilaku. Artinya, selain mampu mengenali emosi orang lain, juga mampu mengenali emosi yang tergambar dalam sebuah cerita atau musik, mengenali emosi yang diekspresikan tokoh dalam lukisan dan lainnya.&lt;br /&gt;• Mampu mengekspresikan emosi secara tepat dan menunjukkan kebutuhan yang terkait dengan perasaannya.&lt;br /&gt;• Mampu membedakan ekspresi perasaan yang tepat dan yang tidak tepat, antara jujur dan yang tidak jujur. Seseorang tahu bahwa ekspresi emosinya jujur atau tidak. Juga tahu orang lain jujur atau tidak. Begitu juga tahu apakah emosinya dalam suatu situasi tepat atau tidak. Misalnya tahu bahwa dalam upacara pernikahan tidaklah tepat jika bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2. Fasilitasi emosi untuk berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap kedua ini terdiri dari empat hal yaitu :&lt;br /&gt;• Emosi memberikan prioritas pada pikiran dengan mengarahkan perhatian pada informasi yang penting. Misalnya menghindar bahaya lebih penting karena itu takut datang.&lt;br /&gt;• Emosi cukup jelas dan tersedia sehingga emosi tersebut dapat digunakan sebagai bantuan untuk menilai dan sebagai ingatan yang berhubungan dengan rasa.&lt;br /&gt;• Perubahan emosi mengubah perspektif individu dari optimis menjadi pesimis, mendorong untuk mempertimbangkan berbagai pandangan.&lt;br /&gt;• Emosi mendorong adanya pembedaan pendekatan khusus dalam pemecahan masalah. Misalnya saat bahagia akan mendorong lebih kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3. Pengertian dan penguraian emosi; penggunaan pengetahuan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap ketiga ini terdiri dari empat hal, yaitu:&lt;br /&gt;• Mampu memberikan label emosi dan mengenal hubungan antara berbagai kata dan emosi itu sendiri. Misalnya hubungan antara&lt;br /&gt;• Mampu untuk mengartikan bahwa emosi berkaitan dengan hubungan. Misalnya marah terkait dengan gangguan, sedih terkait dengan kehilangan, takut terkait dengan ancaman, dan lainnya.&lt;br /&gt;• Mampu mengerti rasa yang kompleks. Misalnya mampu memahami terdapatnya campuran rasa, ada cinta, cemburu, benci sekaligus, lalu antara terkejut dan takut, dan lainnya.&lt;br /&gt;• Mampu mengenali perpindahan diantara emosi. Misalnya dari rasa bangga menjadi malu, dari rasa bahagia menjadi sedih, dari rasa tersinggung menjadi rasa kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 4. Pengarahan reflektif emosi untuk mempromosikan pengembangan emosi dan intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap terakhir ini juga terdiri dari empat hal, yaitu :&lt;br /&gt;• Mampu untuk tetap terbuka untuk rasa menyenangkan maupun tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;• Mampu melibatkan diri atau menarik diri secara reflektif dari suatu emosi dengan mendasarkan pada pertimbangan adanya informasi atau kegunaan.&lt;br /&gt;Mampu memantau emosi secara reflektif dalam hubungan dengan diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;• Mampu mengelola emosi dalam diri sendiri dan orang lain dengan mengurangi emosi negatif dan memperbesar emosi positif, tanpa menambahkan atau melebih-lebihkan informasi yang menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-Ciri Kecerdasan Emosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tahan terhadap frustasi&lt;br /&gt;• Mampu memotivasi diri&lt;br /&gt;• Mampu mengendalikan diri&lt;br /&gt;• Tidak berlebihan dalam kesenangan&lt;br /&gt;• Stress tidak melumpuhkan kemampuan berfikir&lt;br /&gt;• Berempati dan berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Andi seorang mahasiswa psikologi di suatu perguruan tinggi negeri tidak dapat melanjutkan kuliahnya dikarenakan kekurangan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, Andi dapat dikatakan orang yang memiliki kecerdasan emosi apabalia ia dapat mengendalikan diri terhadap keadaan yang menimpanya, sehingga ia mampu memotovasi dirinya untuk bangkit dari keadaanya. Meskipun terasa berat tapi ia tetap mampu mengendalikan pikirannya untuk mencari jalan keluar dari permasalahannya ini, mungkin dengan ia bekerja untuk menutupi kebutuhannya, walaupun memerlukan pengorbanan dan kerja keras tapi ia tidak merasa putus asa karena nasib yang telah menimpa dirinya, bahkan ia mampu memotivasi dirinya untuk melanjutkan cita-citanya. Apabila Andi berhasil menghadapi keadaannya dengan baik, maka ia dapat dikatakan orang yang memiliki kecerdasan emosi, karena Andi memiliki cirri-ciri orang yang meiliki kecerdasan emosi, diantaranya: Tahan terhadap frustasi, Mampu memotivasi diri, Mampu mengendalikan diri, Stress terhadap keadaannya tidak meyebabkan kemampuan berpikirnya melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Malas belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karakteristik emosi adalah mempengaruhi persepsi, motivasi, pikiran, dan tindakan. Jelas dalam kasus malas belajar faktor kecerdasan emosi sangat berperan besar, karena emosi mempengaruhi persepsi seseorang bagaimana ia memandang seberapa pentingkah ia belajar. Lalu emosi juga mempengaruhi motivasi, jelas disini emosi sangat memberikan peran yang sangat besar terhadap orang tersebut untuk memotivasi orang tersebut, yang akan merubah pikiran dan persepsinya terhdap belajar yang akan di salurkan dengan tindakan memahami belajar adalah sebagai suatu kebutuhan bukan sekedar kewajiban. Dikarenakan, apabila seseorang mengangap belajar hanyalah sebuah kewajiban maka secara sadar atau pun tidak sadar kita sering melakukan pelanggaran terhadap kewajiban dengan kata lain kita sering meninggalkan kewajiban. Tetapi apabila kita mempersepsikan belajar adalah sebagai sebuah kebutuhan maka kita akan mengejarnya. Seperti apa yang dimaksudkan Maslow dalam teori kebutuhannya, manusia akan berusaha mencapai dan mengejar kebutuhan yang ingin dicapainya, karena dalam teori maslow tujuan manusia adalah untuk mencapai aktualisasi diri, dimana dalam mencapai aktualisasi diri ada tahapan-tahapan yang harus dicapainya. Salah satu cara untuk mencapai tahapan itu adalah dengan rajin belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj16Bzl8H-I/AAAAAAAAAEk/yw2HsWZstVA/s1600-h/Intelegensi+otak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 185px; height: 244px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj16Bzl8H-I/AAAAAAAAAEk/yw2HsWZstVA/s320/Intelegensi+otak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349566103833812962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Intelegensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.&lt;br /&gt;Ada beberapa teori mengenai intelegensi, diantarnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teori Two- Faktor : Inteligensi terdiri dari faktor G &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(general factor) &lt;/span&gt;kecerdasan umum yang berfungsi dalam setiap aktivitas mental &amp;amp; faktor S&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (specific factors)&lt;/span&gt; kemampuan khusus seseorang : verbal, numerikal, mekanikal, perhatian, imajinasi, dll.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Charles Spearman).&lt;/span&gt; 2. Teori Primary Mental Abilities: inteligensi terdiri sekelompok faktor&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (primary Mental Abilities) &lt;/span&gt;:verbal comprehension,numerical, spasial visualization, perseptual ability, memory, reasoning &amp;amp; word fluency. (L.L Thurstone).&lt;br /&gt;3. Teori Triarchis: menggambarkan proses berpikir Sebagai komponen yang diklasifikasikan menurut fungsi &amp;amp; sifat:&lt;br /&gt;- Meta component: mengidentifikasi masalah, merencanakan, menunjukan perhatian dan memantau sejauh mana strategi yang dipilih tersebut bekerja.&lt;br /&gt;- Performance component: melaksanakan strategi yang telah dipilih.&lt;br /&gt;- Knowledge acquisition component : menyangkut perolehan  pengetahuan (Sternberg).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang mempengaruhi intelegensi:&lt;br /&gt;- Bawaan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (Gen/Keturunan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Lingkungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt; (hereditas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakah yang lebih pintar menurut anda, Albert Einstein, Myke Tyson atau Mozart?&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, kita tidak bisa sertamerta membandingkan seorang ilmuan dengan seorang olahragawan serta musisi.&lt;br /&gt;David wechsler mendefinisikan intelegensi sebagai kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. Dengan kata lain ketiga orang diatas bisa dikatakan paling pintar, karena mereka telah menempatkan kemampuannya dalam bidang yang mereka kuasai dan menguasainya secara efektif.&lt;br /&gt;Permasalahannya dari kasus diatas, dipandang dari aspek mana yang dimaksudkan untuk menentukan kepintaran diantara ketiga orang tersebut? Karena Einstein sebagai seorang ilmuan yang telah menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan keilmuan dikatakan sebagai ilmuan yang pintar bahkan jenius, sedangkan Myke Tyson sebagai seorang olahragawan dibidang tinju dikatakan pintar juga dalam bidangnya seperti halnya Einstein, karena Tyson mengolah kemampuannya dengan baik di bidangnya tersebut, serta Mozart sebagai seorang musisi yang cerdaspun telah mengolah kemampuannya dibidangnya dengan sangat baik. Jadi dalam permasalahan kasus diatas kita tidak bisa mengatakan salah satu dari ketiga orang tersebut adalah yang paling pintar, karena mereka semua adalah orang yang pintar dan ahli dibidangnya masing-masing. Andaikan penilaian diambil dalam segi keilmuan tentulah Einstein orang yang paling pintar, tetapi apabila penilaian diambil dalam segi olahraga tinju tentulah Einstein atau Mozart yang kalah dibandingkan dengan Tyson, demikian juga bila penilaian diambil dalam segi seni tentulah mozart orang yang paling pintar diantara ketiga orang diatas. Sebagaimana pendapat David wechsler di atas, orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengolah dan menguasai lingkungannya secara efektif. Dengan demikian ketiga orang tersebut adalah orang yang cerdas dan pintar karena mereka mampu mengolah dan menguasai lingkungannya masing-masing secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj16W4CDoNI/AAAAAAAAAEs/rpgJ2sPLvy4/s1600-h/Memori+manusia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 319px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj16W4CDoNI/AAAAAAAAAEs/rpgJ2sPLvy4/s320/Memori+manusia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349566465802739922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Memori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat digunakan dimasa yang akan datang. Apabila informasi yang telah disimpan tidak dapat dipanggil kembali atau perlu waktu untuk mengingatnya kembali, berarti terjadi apa yang dinamakan dengan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori-teori lupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Decay Theory&lt;br /&gt;Memory menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu dan bila tidak digunakan (tidak diulang kembali) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“reaharsal”.&lt;/span&gt; Menurut teori ini, sebuah informasi yang telah disimpan didalam memory apabila tidak digunakan, informasi itu akan sulit dipanggil kembali. Karena meenurut teori ini memory akan semakin aus dengan berlalunya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Interference Theory&lt;br /&gt;Informasi yang telah disimpan dalam Long Term Memory terganggu oleh informasi lain.&lt;br /&gt;Menurut teori ini,sebuah informasi yang telah disimpan di Long Term Memory akan sulit dipanggil kembali karena terganggu oleh informasi-informasi lain (baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Retrieval Failure&lt;br /&gt;Kegagalan untuk mengingat mungkin terjadi karena tidak adanya petunjuk yang memadai.&lt;br /&gt;Menurut teori ini, kegagalan untuk memanggil kembali sebuah informasi yang telah disimpan di karenakan tidak adanya petunjuk, maksudnya saat kita menerima sebuah informasi, kita tidak membuat petunjuk untuk mengarahkan kepada informasi tersebut, seperti dengan mengaitkan informasi tersebut dengan sesuatu yang bermakna bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Motivated Forgetting Theory: orang cenderung melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan/kurang bermakna.&lt;br /&gt;Menurut teori ini, seseorang akan melupakan sebuah informasi apabila saat dia menerima informasi tersebut, dia merasa informasi tersebut tidak/kurang bermakna bagi dirinya, sehingga ia sengaja atau tidak sengaja tidak menyimpan informasi tersebut dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gangguan Fisiologis&lt;br /&gt;Setiap penyimpangan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik otak yang disebut dengan engram. Gangguan pada enggram akan mengakibatkan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Meningkatkan Kemampuan Ingatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Retrieval &lt;/span&gt;(pengulangan)&lt;br /&gt;Dengan melakukan pengulangan-pengulangan terhadap sebuah informasi, diharapkan informasi tersebut dapat tersimpan dengan baik, sehingga saat kita membutuhkan informasi tersebut, kita dapat memanggil informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Informasi yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal lain. Konteks (peristiwa, tempat, nama, perasaan tertentu) memegang peranan penting.&lt;br /&gt;Sebuah informasi agar mudah dipanggil kembali saat kita membutuhkan informasi tersebut, diharapkan saat menerima informasi tersebut sebelum kita menyimpannya di Long Term Memory diharapkan informasi tersebut dihubungkan dengan hal-hal yang mempunyai peranan penting dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengorganisasi informasi sedemikian rupa sehingga dapat diingatkan kembali.&lt;br /&gt;Saat menerima sebuah informasi diharapkan kita mengorganisasi informasi tersebut dengan baik, agar saat kita ingin memanggil kembali informasi tersebut kita tidak kesusahan untuk mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi kasus dimana kita lupa terhadap nama seseorang padahal kita telah mengenal orang tersebut.&lt;br /&gt;Kasus seperti ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dimana seseorang yang telah kita kenal sebelumnya, kita lupa siapa namanya. Hal ini terjadi dianataranya diakibatkan pada saat kita menerima informasi dalam hal ini namanya, kita tidak menyimpan dan mengorganisasikannya dengan baik, ataupun karena pada saat itu kita merasa bahwa orang tersebut tidak berarti bagi kita, sehingga kita cenderung untuk melupakannya. Seperti halnya orang yang lupa terhadap janji yang telah diucapkannya, sama seperti kasus diatas, karena ia merasa janji yang di ucapkannya kurang berarti baginya sehingga ia cenderung melupakan janjinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia untuk mampu hidup dalam sebuah situasi kemasyarakatan, harus mampu memahami keadaan-keadaan yang terjadi dalam situasinya tersebut. Persepsi, membantu manusia untuk memahami bagaimana cara menginterpretasikan suatu stimulus dengan baik, bagaimana ia mampu mengendalikan emosi yang ada dalam dirinya. Kecerdasaan emosi seseorang sangat berperan penting dalam hasil dari penginterpretasiannya. Kemampuan menyimpan sebuah informasi yang sangat baik harus mampu dikuasai agar segala sesuatu informasi yang telah didapatkan dapat dipanggil kembali saat dibutuhkan. Segala kemampuan trersebut harus dimiliki karena satu sama lain saling membutuhkan. Penginterpetasian ditopang keadaan emosi orang tersebut, seteleh berhasil menginterpretasikan hal tersebut, memori berusaha menyimpan data tersebut dengan baik agar tidak terjadi apa yang disebut dengan lupa. Persepsi seseorang mampu merubah kehidupan orang tersebut karena persepsi seseorang merupakan hasil dari interpretrasinya terhadap lingkungan ataupun keadaan yang ada. Dalam hal ini kecerdasan emosipun ikut berperan penting agar terciptanya suatau interpretasi yang baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-2309794376680537397?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/2309794376680537397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/persepsi-emosi-intelegensi-dan-memori.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/2309794376680537397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/2309794376680537397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/persepsi-emosi-intelegensi-dan-memori.html' title='Persepsi, Emosi, Intelegensi dan Memori'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj136Ugj1CI/AAAAAAAAAEM/Jf4nP7RimVw/s72-c/Persepsi+skull_illusions.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-115466535780182029</id><published>2009-06-26T09:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T09:31:01.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat'/><title type='text'>Al Farabi (Bagian II)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;... Sambungan dari Bagian Satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1zRifKSpI/AAAAAAAAAD0/JmeG6CoOBXg/s1600-h/al-farabi+Filsuf+Muslim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 228px; height: 286px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1zRifKSpI/AAAAAAAAAD0/JmeG6CoOBXg/s320/al-farabi+Filsuf+Muslim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349558677538491026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Esensi Jiwa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang jiwa, Al-Farabi dipengaruhi oleh filsafat Plato, Aristoteles, dan Plotinus. Jiwa bersifat rohani, bukan materi, terwujud setelah adanya badan dan jiwa tidak berpindah-pindah dari suatu badan kebadan yang lain.&lt;br /&gt;Jiwa manusia sebagaimana halnya materi asal memancar dari Akal 10. kesatuan antara jiwa dan jasad merupakan kesatuan secara accident, artinya antara keduanya mempunyai substansi yang berbeda, dan binasanya jasad tidak membawa binasanya jiwa. Jiwa manusia disebut al-nafs al-nathiqah, yang beruap, berkadar dan bergerak. Jiwa diciptakan tatkala jasad siap menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Farabi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebahagiaan adalah pencapaian kesempurnaan akhir bagi manusia.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;dengan perilaku, berpikir adalah perilaku yang dapat mewujudkan kebahagiaan bagi manusia.&lt;br /&gt;Al-Farabi mengatakan, kebahagiaan yaitu jika manusia mengalami proses kesempurnaan dalam eksistensinya sehingga tegaknya jiwa tidak membutuhkan materi.&lt;br /&gt;Perilaku berkeinginan yang bermanfaat dalam mencapai kebahagiaan adalah perilaku yang baik, sedangkan perilaku yang menghambat kebahagiaan adalah kejahatan, yaitu perilaku buruk.&lt;br /&gt;Teori Al-Farabi tentang kebahagiaan telah mempengaruhi pemikiran kaum filsuf abad pertengahan dari kalangan Kristen. Teorinya juga berpengaruh sampai ke sebagiaan filsuf zaman modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Moral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep moral yang ditawarkan al-Farabi dan menjadi satu hal penting dalam karya-karyanya, berkaitan erat dengan jiwa dan politik. Dalam buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risalah fi al-Tanbih ‘ala Subul al-Sa’adah dan Tahshil al-Sa’adah, &lt;/span&gt;al-arabi menekankan empat jenis sifat utama yang harus mejadi perhatian untuk mencapai kabahagiaan di dunia dan akherat bagi bangsa-bangsa dan setiap warga negara, yakni (1) keutamaan teoritis,yaitu prinsip-prinsip pengetahuan yang diperoleh sejak awal tanpa diketahui cara dan asalnya, juga yang diperoleh dengan kontemplasi, penelitian dan melalui belajar dan mengajar; (2) keutamaan pemikiran, adalah yang memungkinkan oranghal-hal yang bermanfaat dalam tujuan. Termasuk dalam hal ini, kemampuan membbuat aturan-aturan, karena itu disebut keutamaan jenis ini dengan keutamaan pemikiran budaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(fadha’il fikriyyah madaniyyah)&lt;/span&gt;;(3) keutamaan akhlak, bertujuan mencari kebaikan. Jenis keutamaan ini berada di bawah dan menjadi syarat keutamaan pemikiran. Kedua jenis keutamaan tersebut, terjadi dengan tabiatnya dan bisa juga terjadi dengan kehendak sebagai penyempurna tabiat atau watak manusia; (4) keutamaan amaliah, diperoleh dengan dua cara, yaitu pernyataan-peryataanyang memuaskan dan merangsang. Cara lain adalah pemaksaan.&lt;br /&gt;Selain keutamaan di atas, al-Farabi menyarankan agar bertindak tidak berlebihan yang dapat merusak jiwa dan fisik, atau mengambil posisi tengah-tengah. Hal itu dapat ditentukan dengan memperhatikan zaman, tempat, dan orang yang melakukan hal itu, serta tujuan yang dicari, cara yang digunakan dan kerja yang memenuhi semua syarat tersebut. Berani misalnya, adalah sifat terpuji yang terletak diantara dua sifat tercela, membabi buta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(tahawwur) &lt;/span&gt;dan penakut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(jubn). &lt;/span&gt;Kemurahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(al-karam) &lt;/span&gt;terletak antara dua sifat tercela, kikir dan boros &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(tabdzir) &lt;/span&gt;Memelihara kehormatan diri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(iffah) &lt;/span&gt;terletak antara dua sifat tercela, keberandalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(khala’ah) &lt;/span&gt;dan tidak ada rasa kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1zg0u9nzI/AAAAAAAAAD8/__l6rPnzI4s/s1600-h/AlFarabiAlBiruniAvicenna.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1zg0u9nzI/AAAAAAAAAD8/__l6rPnzI4s/s320/AlFarabiAlBiruniAvicenna.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349558940134645554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Farabi berpendapat bawa jendela pengetahuan adala indera, sebab pengetahuan masuk ke dalam diri manusia melalui indera. Sementara pengetahuan totalitas terwujud melalui pengetauan parsial, atau pemahaman universal merupakan asil penginderaan terhadap hal-al yang parsial. Jiwa mengetahui dengan daya. Dan indera adalah jalan yang dimanfaatkan jiwa untuk memperoleh pengetahuan kemanusiaan.  Tetapi pengetahuan inderawi tidak memberikan kepada kita informasi tentang esensi segala sesuatu, melainkan hanya memberikan sisi lahiriah segala sesuatu. Sedangkan pengetahuan universal dan esensi segala sesuatu hanya dapat diperoleh melalui akal.&lt;br /&gt;Menurut al-Farabi, di dalam manusia terdapat suatu kesiapan dan persiapan fitrah untuk membebaskan totalitas dari gambaran-gambaran inderawi yang bersifat parsial dan tersimpan di dalam daya fantasi dengan bantuan akal aktif. Sehingga, akal potensial pindah ke akal aktual kemudian ke tingkat akal mustafad, dimana ia membentuk seluruh objek rasional menjadi rasional secara aktual. Dan yang beremanasi kepadanya dari akal aktif adalah suatu daya yang memungkinkannya memahami objek rasional secara langsung.&lt;br /&gt;Menurut al-Farabi, akal aktif mengumpulkan semua gambaranyang ada dalam dirinya, lalu mengirimnya ke alam indera agar mengenakan materi, sebagaimana juga mengirimnya ke akal manusia agar menghasilkan pengetahuan. Diantara gambaran-gambaran yang ada di dalam akal manusia dan gambaran-gambaran di dalam alam indera terdapat kesesuaian universal yang membuat pengetahuan menjadi yaqiniyah (pasti).&lt;br /&gt;Kesesuaian itu dibawa kepusat semua gambar inderawi dan rasional dari akal aktif. Adapun tujuan dari akal manusia adalah kebersambungan dengan akal yang terppisah dan mengidentikkan diri dengannya. Artinya, bahwa pengetahuan yaqiniyah tidak akan dicapai kecuali melalui emanasi yang berasal dari akal aktif sebagai pemberi pengetahuan dan pemberi gambar-gambar. Oleh karena itu ia disebut ma’rifah isyiraqiyah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(pengetahuan iluminatif). &lt;/span&gt; Ja’far Ali Yasin mengatakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“seakan-akan dalam proses memahami ini, jiwa memulai dari indera berakhir di balik indera hingga ke tingkat akal mustafad". Kapan saja ia memiliki kesiapan total, maka ia akan ke tingkat akal aktif tanpa perantara. Lalu ia memberikan sebuah daya pemahaman totalitas secara langsung, maka pada saat itu gambar-gambar alam pasial bersepakat dengan objek rasional abstrak dengan alasan bahwa akal aktif adalah yang pertama dan terakdir di dalam pengetahuan menusia ini, baik pengetahuan yang bersifatinderawi maupun rasional.” &lt;/span&gt; Dalam hal itu, al-Farabi sangat terpengaruhh oleh aristoteles dan kaum neo-Platonis, dan dia berusaha melakukan penggabungan diantara keduanya. Oleh karena itu, pendapatnya tentang pengetahhuan sama dengan pendapat Aristoteles, sedangkan pendapatnya tentang pengetahuan yang diemanasi dari akal aktif sama dengan pendapat kaum Neo-Platonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1zwrs1dpI/AAAAAAAAAEE/H32-JuCj378/s1600-h/farabi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1zwrs1dpI/AAAAAAAAAEE/H32-JuCj378/s320/farabi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349559212587710098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mimpi dan Sebab-sebabnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya daya fantasi berada di tengah-tengah antara indera dan logika, serta berfungsi melayani keduanya sebagaimana daya fantasi juga melayani daya hasrat. Ketika aktivitas daya indera, daya rasional dan daya hasrat terhenti pada saat tidur serta daya fantasi tidak lagi melayani daya rasional dan daya hasrat, maka daya fantasi tertuju ke sketsa-sketsa inderawi yang tersimpan di dalamnya, sehingga ia memisahkan. Daya fantasi menyusun dan memisahkan sketsa-sketsa inderawi satu sama lain. Selain dua fungsi tersebut, daya fantasi juga memiliki fungsi penting ketiga, yaitu peniruan. Daya fantasi melakukan peniruan dengan menyusun sketsa inderawi yang tersimpan di dalamnya sesuai dengan pengaruh yang ia alami pada saat tidur. Al-Farabi menyebutkan tentang fungsi penting mimpi, yaitu mengurangi dorongan hasrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEPUSTAKAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hasyim,Syah. Filsafat Islam, 1999. Jakarta: Gaya Media Pratama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-115466535780182029?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/115466535780182029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/al-farabi-bagian-ii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/115466535780182029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/115466535780182029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/al-farabi-bagian-ii.html' title='Al Farabi (Bagian II)'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1zRifKSpI/AAAAAAAAAD0/JmeG6CoOBXg/s72-c/al-farabi+Filsuf+Muslim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-8141065699378198105</id><published>2009-06-24T09:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T09:31:00.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat'/><title type='text'>Filsuf Muslim; Al Farabi (Bagian I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1wfYk7oRI/AAAAAAAAADk/zeQ6eYaGelg/s1600-h/alfarabi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1wfYk7oRI/AAAAAAAAADk/zeQ6eYaGelg/s320/alfarabi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349555616861626642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para filosof di masa lalu mendifinisikan filsafat sebagai aktifitas filsafat sejati, filsafat sehingga mendifinisikan filsafat secara khas. Maka definisi filsafat yakni meliputi sains tentang keadaan-keadaan wujud, dipandang dari segi bahwa ia adalah wujud, bukan dari segi bahwa ia memiliki individualisasi khusus seperti badan, kuantitas, kualitas, manusia, tetumbuhan, atau apa saja yang ada.&lt;br /&gt;Pengetahuan kita tentang segala sesuatu terdiri atas dua macam; pertama, yang dapat dibatasi pada spesies atau genus tertentu, ia dapat berlaku pada ketentuan (ahkam) dan aksiden dari spesies dan aksiden tertentu, sebagaimana pengetahuan kita mengenai ketentuan bilangan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aritmatika&lt;/span&gt;), kuantitas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;geometri&lt;/span&gt;), sifat tanaman, hewan, ilmu kedokteran. Bentuk ini meliputi seluruh sains mineralogi, fisika, kimia, geologi , ilmu atom dll.&lt;br /&gt;Kedua,  pengetahuan yang tidak dapat dibatasi pada spesies tertentu. Pengetahuan tentang wujud ini bukan pada bagian-bagian dari dari spesies tertentu, akan tetapi pengetahuan yang hakiki tentang seluruh wujud. Misalnya pertanyaan pertanyaan tentang tubuh bukan pada kaki dan kepala akan tetapi misalnya; Jika tubuh mempunyai kepala, apakah kepala ini mempunyai jiwa yang dapat berpikir dan merasa, ataukah ia lemah dan kosong. Apakah keseluruhan tubuh mersakan kenikmatan kehidupan, atau apakah intelegensi dan persepsi tubuh ini dibatsai pada sejumlah entitas yang timbul secara kebetulan? Atau, apakah seluruh tubuh mengejar suatu tujuan, ataukah seluruh tubuh berjalan ke arah suatu kesempurnaan realitas?.&lt;br /&gt;Perubahan linguistik yang menyangkut konvensi penggunaan kata telah disalah artikan sebagai perubahan makna yang berkaitan dengan keadaan yang sebenarnya. Dalam bahasa zaman kuno, kata-kata filsafat dan hikmah digunakan dalam pengetahuan rasional, bukan pengetahuan yang bersumber dari wahyu. Jadi kata-kata tersebut melingkupi semua ide-ide intelektual dan rasional manusia.&lt;br /&gt;Pada zaman modern, kata ini menjadi terbatas pada metafisika, logika, estetika dan yang sejenis. Hal ini berbeda dengan zaman sebelumnya dimana filsafat meliputi semua ilmu. Sains dulunya pernah terpadu dibawah nama filsafat tetapi kini nama tersebut hanya dinisbahkan pada sejenis sains.&lt;br /&gt;Perubahan makna dalam nama ini tidak ada kaitannya dengan perpisahan antara sains dan filsafat. Sains tidak pernah merupakan bagian dari kata filsafat; sehingga tidak mungkin sains bisa terpisah dari filsafat.&lt;br /&gt;Secara sederhana dapat dikatakan, filsafat adalah hasil kerja berpikir dalam mencari hakikat segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan universal. Sedangkan Filsafat Islam itu sendiri adalah hasil pemikiran filsuf tentang ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam yang disinari ajaran islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis.&lt;br /&gt;Dalam perkembangan akhir-akhir ini, cakupan Filsafat Islam itu diperluas kepada segala aspek ilmu-ilmu yang terdapat dalam khasanah pemikiran keislaman, yang meliputi bukan saja diperbincangkan oleh para filsuf dalam wilayah kekuasaan islam tentang hal yang tersebut, tetapi lebih luas mencakup Ilmu Kalam, Ushul Fiqih, dan Tasawuf. Seperti yang dikemukakan oleh Muhammad Athif al-Iraqy, Filsafat Islam secara umum ialah meliputi pengetahuan lainnya yang diciptkan oleh ahli pikir Islam. Sedangkan secara khusus, ialah pokok-pokok atau dasar-dasar pemikiran yang dikemukakan oleh para filsuf islam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biografi Al-Farabi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1xGwYXCAI/AAAAAAAAADs/YuDEJn7UUlY/s1600-h/al-farabi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1xGwYXCAI/AAAAAAAAADs/YuDEJn7UUlY/s320/al-farabi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349556293266245634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi (870-950, Bahasa Persia)&lt;span class="fullpost"&gt; atau Abu Nasir al-Farabi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzalagh al-Farabi), juga dikenal di dunia barat sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir&lt;/span&gt; adalah seorang filsuf Islam yang menjadi salah satu ilmuwan dan filsuf terbaik di zamannya. Ia berasal dari Farab, Kazakhstan.&lt;br /&gt;Al-Farabi adalah seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di dunia Islam. Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al-Farabi telah menulis berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, Kitab al-Musiqa.&lt;br /&gt;Pada masa kekhalifahan Al-Muta'did (892-902M), Al-farabi dan Yhanna ibn Hailan pergi ke Baghdad dan Al-farabi unggul dalam ilmu logika. Al-Farabi selanjutnya banyak memberi sumbangsihnya dalam penempaan filsafat baru dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;Al-Farabi dikenal sebagai "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;guru kedua&lt;/span&gt;" setelah Aristoteles. Dia adalah filosof islam pertama yang berupaya menghadapkan, mempertalikan dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu. Karyanya yang paling terkenal adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama)&lt;/span&gt; yang membahas tetang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rezim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah islam. Filsafat politik Al-Farabi, khususnya gagasannya mengenai penguasa kota utama mencerminkan rasionalisasi ajaran Imamah dalam Syi'ah.&lt;br /&gt;Pada masa mudanya, di kota kelahirannya, Al-Farabi banyak belajar beragam disiplin ilmu, mulai dari fikih, tafsir, hingga logika. Namun semua penjelasan gurunya tidak memuaskan dirinya. Sampai umur 50, ia tetap tinggal di Kazakhstan seterusnya bekerja sebagai seorang kadi namun jawatan itu hanya disandang sementara sahaja lalu berhenti dipertengahan jalan jalan apabila datang minatnya kepada ilmu falsafah. Adapun soal asal mula beliau mula dan berminat dan terus serius dalam menuntut ilmu falsafah ialah menurut Ibn Abi Usaibi’ah ialah, " Pada suatu hari, seorang insan telah memberikannya sejumlah buku-buku Aristotles. Beliau bersetuju untuk melihatnya. Setelah melihat Al Farabi bersetuju untuk membacanya hingga dapat memahaminya dengan baik dan seterusnya menjadikan Al Farabi seorang ahli falsafah. Dari waktu itu, Al Farabi terus menumpukan minat dan perhatiannya kepada ilmu falsafah.&lt;br /&gt;Justru itu Al-Farabi sanggup berkelana dan berpindah kemudian pindah ke Baghdad, pusat ilmu pengetahuan dan peradaban saat itu. Di Baghdad inilah selama 20 tahun, al-Farabi bertemu sekaligus belajar dengan orang-orang terkenal dari beragam disiplin ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metafisika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memurnikan tauhid memang masalah penting dalam teologi dan falsafat Islam. Dalam hal ini Al-Farabi (870-950 M) memberi konsep yang lebih murni lagi. Dalam pemikirannya, kalau Tuhan, Pencipta alam semesta, berhubungan langsung dengan ciptaan nya yang tak dapat dihitung banyaknya itu, di dalam diri Tuhan terdapat arti banyak. Zat, yang di dalam diriNya terdapat arti banyak, tidaklah sebenarnya esa. Yang Maha Esa, agar menjadi esa, hanya berhubungan dengan yang esa.&lt;br /&gt;Pemurnian tauhid inilah yang menimbulkan falsafat emanasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(al-faid, pancaran) &lt;/span&gt;dari Al-Farabi. Yang Maha Esa berfikir tentang diriNya yang esa, dan pemikiran merupakan daya atau energi. Karena pemikiran Tuhan tentang diriNya merupakan daya yang dahsyat, maka daya itu menciptakan sesuatu. Yang diciptakan pemikiran Tuhan tentang diriNya itu adalah Akal I. Jadi, Yang Maha Esa menciptakan yang esa.&lt;br /&gt;Dalam diri yang esa atau Akal I inilah mulai terdapat arti banyak. Obyek pemikiran Akal I adalah Tuhan dan dirinya sendiri. Pemikirannya tentang Tuhan menghasilkan Akal II dan pemikirannya tentang dirinya menghasilkan Langit Pertama. Akal II juga mempunyai obyek pemikiran, yaitu Tuhan dan dirinya sendiri. Pemikirannya tentang Tuhan menghasilkan Akal III dan pemikirannya tentang dirinya sendiri menghasilkan Alam Bintang. Begitulah Akal selanjutnya berfikir tentang Tuhan dan menghasilkan Akal dan berfikir tentang dirinya sendiri dan menghasilkan planet-planet. Dengan demikian diperolehlah gambaran berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal l menghasilkan Akal IV dan Saturnus.&lt;br /&gt;Akal IV menghasilkan Akal V dan Yupiter.&lt;br /&gt;Akal V menghasilkan Akal VI dan Mars.&lt;br /&gt;Akal VI menghasilkan Akal VII dan Matahari.&lt;br /&gt;Akal VII menghasilkan Akal VIII dan Venus.&lt;br /&gt;Akal VIII menghasilkan Akal IX dan Merkuri&lt;br /&gt;Akal IX menghasilkan Akal X dan Bulan.&lt;br /&gt;Akal X menghasilkan hanya Bumi.&lt;br /&gt;Pemikiran Akal X tidak cukup kuat lagi untuk menghasilkan Akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran alam dalam astronomi yang diketahui di zaman Aristoteles dan zaman al-Farabi, yaitu alam yang terdiri atas sepuluh falak. Pemikiran Akal X tentang Tuhan tidak lagi menghasilkan Akal, karena tidak ada lagi planet yang akan diurusnya. Memang tiap-tiap Akal itu mengurus planet yang diwujudkannya. Akal dalam pendapat filosof Islam adalah melekat.&lt;br /&gt;Begitulah Tuhan menciptakan alam semesta dalam falsafat emanasi Al-Farabi. Tuhan tidak langsung menciptakan yang banyak ini, tetapi melalui Akal I yang esa, dan Akal I melalui Akal II, Akal II melalui Akal l dan demikianlah seterusnya sampai ke penciptaan Bumi melalui Akal X.&lt;br /&gt;Tuhan tidak langsung berhubungan dengan yang banyak, tetapi melalui Akal atau malaikat. Dalam diri Tuhan tidak terdapat arti banyak, dan inilah tauhid yang murni dalam pendapat Al-Farabi, Ibn Sina dan filosof-filosof Islam yang menganut faham emanasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenabian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun teori kenabian yang diajukan Al-Farabi dimotivisir pemikiran filosofis pada masanya yang megingkari eksistensi kenabian oleh Ahmad Ibn Ishaq al-Ruwandi, yang berkebangsaan Yahudi dan Abu Bakar Muhammad Ibn Zakaria al-Razi. Menurut mereka para filsuf berkemampuan untuk mengadakan komunikasi dengan  ‘Aql Fa’al. Menurut Al-Farabi, manusia dapat berhubungan dengan Aql Fa’al melalui dua cara, yakni penalaran atau renungan pemikiran dan imaginasi atau intuisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(ilham). &lt;/span&gt;Cara pertama hanya dapat dilakukan oleh Nabi. Perbedaan antara kedua cara tersebut hanya pada tingkatannya, dan tidak mengenai esensinya.&lt;br /&gt;Ciri khas seorang Nabi bagi Al-Farabi adalah mempunyai daya imaginasi yang kuat di mana obyek inderawi dari luar tidak dapat mempengaruhinya. Ketika ia berhubungan dengan  Aql Fa’al ia dapat menerima visi dan kebenaran-kebenaran dalam bentuk wahyu. Wahyu adalah limpahan dari tuhan melalui Aql Fa’al &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Akal 10) &lt;/span&gt;yang dalam penjelasan Al-Farabi adalah Jibril. Dapatnya Nabi berhubungan langsung dengan Akal 10 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Jibril) &lt;/span&gt;tanpa latihan, karena Allah menganugerahinya akal yang mempunyai kekuatan suci dengan daya tangkap yang luar biasa yang diberi nama hads. Sedangkan filsuf dapat berhubungan dengan Tuhan melalui mustafad &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(perolehan)&lt;/span&gt; yang telah terlatih dan kuat daya tangkapnya, sehingga dapat menangkap hal-hal yang bersifat abstrak murni dari Akal 10. 1 Dengan demikian dapat dikatakan, filsuf tidak sejajar tingkatannya dengan nabi, karena setiap Nabi adalah filsuf, tetapi tidak setiap filsuf itu Nabi karena adnya unsur pilihan Allah.&lt;br /&gt;Karena Nabi dan filsuf  sama-sama dapat berhubungan dengan Akal 10, maka antara wahyu dan filsafat tidak terdapat pertentangan. Adapun mu’jizat, sebagi bukti kebenaran, menurut Al-Farabi, dapat saja terjadi dan tidak bersama-sama berasal dari akal 10 yang mengatur dunia ini.&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bersambung...)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-8141065699378198105?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/8141065699378198105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/filsuf-muslim-al-farabi-bagian-i.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/8141065699378198105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/8141065699378198105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/filsuf-muslim-al-farabi-bagian-i.html' title='Filsuf Muslim; Al Farabi (Bagian I)'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1wfYk7oRI/AAAAAAAAADk/zeQ6eYaGelg/s72-c/alfarabi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-480220416255752833</id><published>2009-06-22T09:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T09:31:41.266-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Bahasa Daerah yang Terlupakan.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1rEMeFXmI/AAAAAAAAADM/WR_UL4mZFpE/s1600-h/Bahasa+Daerah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 244px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1rEMeFXmI/AAAAAAAAADM/WR_UL4mZFpE/s320/Bahasa+Daerah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349549652197072482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh ini, dari total 746 bahasa daerah di Nusantara, tercatat 300 diantaranya terancam punah"(Koran Jakarta, 09.06.2009). Itulah kutipan yang ada pada sebuah media cetak Jakarta, yang menggambarkan betapa kurangnya perhatian dari pemerintah dan warga di Negeri ini sendiri terhadap kekayaan budaya yang dimiliki oleh bumi Nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya membumikan kembali bahasa daerah rupanya telah di galang pemerintah sejak tahun 2004,(Koran Jakarta, 09.06.2009). Pada waktu saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, di daerah tasikmalaya (MTsN Sukamanah), saya pernah mendapatkan mata pelajaran bahasa daerah (bahasa Sunda), tetapi pada saat itu memang harus di akui semangat untuk mempelajari bahasa daerah tersebut sangat kurang, di samping kurangnya minat para siswa/siswi terhadap bahasa daerah, kurikulum di sekolahpun mengalokasikan waktunya hanya sedikit untuk mempelajari bahasa daerah ketimbang mata pelajaran lainnya. Padahal saya masih ingat saat itu di sekolah dimana saya menimba ilmu hanya ada satu pengajar yang mempunyai kemampuan untuk mengajar dan menguasai bahasa daerah tersebut (bahasa Sunda), beliau adalah Bpk. Abdul Majid (Alm), yang pada saat itu umur beliau sudah tua karena yang saya ketahui beliau lahir pada saat negeri ini masih dalam penjajahan belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1sN_1thJI/AAAAAAAAADU/SHj7sWpkA00/s1600-h/Belajar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1sN_1thJI/AAAAAAAAADU/SHj7sWpkA00/s320/Belajar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349550920116831378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sungguh sangat ironis, salah satu kebudayaan yang dimiliki negeri ini di sia-siakan begitu saja, tidak dijaga dan dilestarikan dengan baik. Bahkan saat ini yang saya ketahui di beberapa sekolah di mana tempat saya menimba ilmu, bahasa daerah telah tidak di pelajari lagi, salah satu alasanya adalah karena tidak adanya pengajar yang mempunyai kemampuan dan menguasai bahasa daerah dengan baik. Disamping itu keengganan masyarakat di mana bahasa-bahasa daerah itu berasal untuk menggunakan bahasa daerahnya dengan baik dalam kehidupan sehari-haripun menjadi salah satu faktor yang akan menyebabkan kepunahan bahasa daerahnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila masalah seperti ini tidak ditanggulangi dengan segera, baik oleh pemerintah yang bekerjasama dengan masyarakat dimana bahasa daerah tersebut berasal, tidak akan mustahil bila beberapa tahun kedepan generasi penerus bangsa ini tidak akan mengenal bahasa daerahnya sendiri, padahal bahasa yang kita gunakan sehari-hari yaitu bahasa Indonesia banyak menyerap dari bahasa-bahasa daerah yang ada di bumi Nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat ironis, bahasa yang semestinya menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi negeri ini telah tersisihkan oleh bahasa asing yang dinilai lebih memiliki kegunaan yang praktis di bandingkan dengan bahasa daerah yang kurang memiliki kegunaan yang praktis. Di hampir kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di bumi Nusantara ini, lebih mengutamakan bahasa asing (bahasa Inggris) sebagai mata pelajaran yang sangat penting utuk dikuasai, memang kita tidak dapat membantah kegunaan dan manfaat dari bahasa Inggris bagi para siswa/siswi penerus bangsa ini, karena bahasa Inggris sudah lazim di kenal dan di gunakan di berbagai negara bahkan mendapatkan kehormatan sebagai bahasa Internasional. Namun meskipun bahasa Inggris lebih memiliki nilai guna yang lebih ketimbang bahasa daerah, tapi tidak semestinya bahasa daerah di lupakan begitu saja, karena bahasa daerah merupakan sebuah warisan sejarah dari nenek moyang negeri ini yang telah turun-temurun menggunakannya dan melestarikannya untuk kita anak cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1sZaNwAeI/AAAAAAAAADc/D5_1tcWovUc/s1600-h/kondisi-belajar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1sZaNwAeI/AAAAAAAAADc/D5_1tcWovUc/s320/kondisi-belajar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349551116175540706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Maka dari itu, berbanggalah bagi masayarakat yang masih memiliki dan mengenal bahasa daerahnya, dan diharapkan agar tetap menjaga kelestarian bahasa daerahnya, karena bahasa daerah yang dimiliki tersebut merupakan saksi bisu sejarah perjalanan nenek moyang negeri ini yang patut di banggakan dan dijaga kelestaraianya untuk penerus bangsa ini sebagai identitas bangsa ini yang memiliki banyak kekayaan kebudayaan yang patut dibanggakan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-480220416255752833?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/480220416255752833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/bahasa-daerah-yang-terlupakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/480220416255752833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/480220416255752833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/bahasa-daerah-yang-terlupakan.html' title='Bahasa Daerah yang Terlupakan.'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1rEMeFXmI/AAAAAAAAADM/WR_UL4mZFpE/s72-c/Bahasa+Daerah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-1146266070833652289</id><published>2009-06-20T15:30:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T16:24:20.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Djoko Candra, Raib Saat Hendak di Eksekusi Kejaksaan Agung.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1ocUvGUvI/AAAAAAAAADE/jPywhMXCLjU/s1600-h/Gedung+Kejaksaan+Agung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1ocUvGUvI/AAAAAAAAADE/jPywhMXCLjU/s320/Gedung+Kejaksaan+Agung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349546768197898994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko Candra ! Siapa yang tak kenal Djoko Candra. Nama ini sangat familiar sekali akhir-akhir ini, di berbagai media cetak maupun media elektronik banyak membahas tokoh ini karena terlilit kasus korupsi Bank Bali yang menjeratnya, statusnya sebagai terpidana menjadi buronan kejaksaan agung yang telah kabur ke luar negeri (Papua New Guinea) pada saat sehari sebelum keputusan kasusnya akan di eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejaksaan Agung telah memvonis hukuman 2 tahun penjara dan Rp. 15 juta serta Rp. 546 miliar telah disita negara kepada Djoko Candra atas kasus korupsi Bank Bali, namun ironis sang terpidana telah raib dari negeri ini, kabar terakhir Djoko Candra diketahui telah pergi ke Papua New Guinea pada malam sehari sebelum vonisnya akan dijatuhkan, dengan menggunakan pesawat terbang sewaan. sungguh sangat ironis sang terpidana yang akan di jatuhkan vonisnya telah kabur sehari sebelum vonisnya dijatuhkan, hal ini menambah daftar panjang kinerja dari para pengadil di negeri ini yang akhir-akhir ini banyak dipertanyakan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Djoko Candra ini, salah satu pertanyaan besar yang harus segera terjawab adalah, Apakah Djoko Candra telah mengetahui bahwa Kejaksaan Agung akan menjatuhkan vonisnya?. "Mungkin" demikianlah yang terjadi. Apabila memang demikian, akan menimbulkan pertanyaan besar yang baru, yakni, Siapa otak di belakang kaburnya Djoko Candra?. Saya kira pertanyaan-pertanyan besar di balik kepergian Djoko Candra sehari sebelum vonisnya akan dijatuhkan harus segera terjawab, karena apabila hal ini didiamkan saja atau terlalu lama terungkap, akan berakibat buruk bagi nama baik pengadil di negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-1146266070833652289?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/1146266070833652289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/djoko-candra-raib-saat-hendak-di.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/1146266070833652289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/1146266070833652289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/djoko-candra-raib-saat-hendak-di.html' title='Djoko Candra, Raib Saat Hendak di Eksekusi Kejaksaan Agung.'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj1ocUvGUvI/AAAAAAAAADE/jPywhMXCLjU/s72-c/Gedung+Kejaksaan+Agung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-916704805522962365</id><published>2009-06-18T18:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T16:23:12.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Suramadu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr5IxFPR-I/AAAAAAAAACs/1PxBuiITU4Q/s1600-h/suramadu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr5IxFPR-I/AAAAAAAAACs/1PxBuiITU4Q/s320/suramadu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348861436465465314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jembatan Surabaya - Madura (Suramadu) yang panjangnya mencapainya 5.438 meter yang menghubungkan kota Surabaya dan kota Bangkalan di Pulau Madura. Jembatan ini tercatat sebagai jembatan terpanjang di Asia Tenggara, yang telah di resmikan pada tanggal 10 Juni 2009, merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia dengan dipersatukannya pulau Jawa dan Madura ini, disamping bangga memiliki jembatan terpanjang se-Asia Tenggara tentu dengan rampungnya jembatan Suramadu ini, kehidupan masyarakat di pulau Madura di harapkan dapat lebih baik karena akses untuk menuju Madura lebih mudah di bandingkan harus naik perahu yang resikonya lebih besar dibandingkan dengan jalan darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, dengan rampungnya proyek jembatan Suramadu ini malah di manfaatkan untuk kampanye oleh para pemimpin-pemimpin di pusat untuk meraih suara di pemilihan umum Presiden yang sebentar lagi akan berlangsung, banyaknya klaim yang menyatakan bahwa ide ini adalah ide saya... saya... dan saya.... Padahal seharusnya para pemimpin-pemimpin di pusat mensukuri telah rampungnya jembatan ini dan tidak slinh klaim ini merupakan atas jasanya karena ini merupakan hasil dari seluruh lapisan masyrakat dan pemerintah yang mendukung untuk rampungnya jembatan Suramadu ini, yang tentunya dengan akses terhubungnya Pulau Jawa dan Madura ini di harapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr4vmWTJgI/AAAAAAAAACk/3tEnM1JXV6E/s1600-h/cgzs-stq.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr4vmWTJgI/AAAAAAAAACk/3tEnM1JXV6E/s320/cgzs-stq.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348861004087502338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat kembali lembaran sejarah, ternyata ide penyatuan Pulau-pulau di wilayah Nusantara ini yakni pulau Sumatra, Jawa Bali dan Madura digagas oleh Prof Sedyatmo sejak tahun 1960 dengan nama&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Tri Nusa Bima Sakti"&lt;/span&gt;. Meskipun baru hanya Jawa madura yang telah rampung dengan melalui proses yang begitu amat panjang, semoga saja ide dari Prof. Sedyatmo untuk menyatukan pulau-pulau di wilayah Nusantara ini cepat terlaksana.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, dalam hitungan hari saja sudah banyak terjadi kerusakan di beberapa titik rambu-rambu lalulintas dan lampu penerangan jalan yang menerangi jembatan Suramadu ini. Baud-baud yang menopang rambu-rambu lalulintas hilang dicuri orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak memerhatikan akibatnya apabila rambu-rambu tersebut jatuh dan menimpa pengguna jalan, tidak hanya sampai disitu saja, lampu-lampu penerangan yang menerangi jembatan pun raib dicuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah setidaknya merupakan gambaran negeri ini, pemerintah mengupayakan segala sesuatu yang berguna untuk kepentingan masyarakat luas atau pemerintah itu sendiri, namun masyarakat atau pemerintahnya sendiri tidak dapat menjaganya dengan baik. Disamping itu ulah sebagian masyarakat sendiri yang hanya mementingkan keuntungan untuk diri sendiri dengan merusak atau mencurinya seperti halnya yang terjadi di jembatan yang baru beberapa hari di resmikan yakni jembatan Suramadu. Sungguh sangat mengharukan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah... Bangkitlah... Bangkitlah... Tanah airku... Nussantaraku Jayalah... Para Pahlawan akan menangis melihat ketamakan para pemimpin negeri ini dan kemiskinan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr3n84B6QI/AAAAAAAAACc/huwGiVGIwD8/s1600-h/6f763ac5e281f512ce61add130d8a855.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr3n84B6QI/AAAAAAAAACc/huwGiVGIwD8/s320/6f763ac5e281f512ce61add130d8a855.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348859773183977730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Terima Kasih Untuk Segenap Para Pahlawan Yang Telah Berjuang Untuk Kemerdekaan dan Kemakmuran Negeri Ini"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-916704805522962365?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/916704805522962365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/suramadu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/916704805522962365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/916704805522962365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/suramadu.html' title='Suramadu'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr5IxFPR-I/AAAAAAAAACs/1PxBuiITU4Q/s72-c/suramadu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-7770868285227669413</id><published>2009-06-07T09:10:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T16:25:32.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Wilhelm Wundt (1832-1920)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SjVqJuDKFrI/AAAAAAAAABk/Pb7JyLv60C8/s1600-h/wundt.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 260px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SjVqJuDKFrI/AAAAAAAAABk/Pb7JyLv60C8/s320/wundt.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347296847784974002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wundt dilahirkan di Neckarau, 18 Agustus 1832. Sebelum menjadi seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai bapak Psikologi Wundt mula-mula dikenal sebagai tokoh sosiolog, filsafat dan ahli hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya laboratorium psikologi pertama di Leipzig pada tahun 1879 merupakan titik tolak berdirinya psikologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang terpisah dari ilmu-ilmu induknya(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;filsafat,faal,kedokteran&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Wundt mendirikan laboratorium psikologi di Leipzig, di Amerika Serikat muncul tokoh lain yakni William James yang juga mengadakan eksperimen-eksperimen dalam psikologi, yang kelak mempelopori lahirnya aliran Fungsionalisme di Amerika Serikat yang bertentangan dengan aliran Strukturalisme Wundt. Perbedaan antara kedua aliran ini, Strukturalisme mencoba menyelidiki struktur kejiwaan, sedangkan Funsionalisme berusaha mencari fungsi dari jiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika Psikologi Wundt:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tahun 1860-an: Disebut periode pra sistematik. disini Wundt mengemukakan teori-teori tentang persepsi dan perbedaan antara perasaan(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;filling&lt;/span&gt;) dan penginderaan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sensation&lt;/span&gt;), yang didasarkan pada doktrin "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unconscious inference&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tahun 1874-1887: Dengan ditulisnya buku Phsyiologische Psychologie pada periode ini mulai jelas konsep-konsep Wundt. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unconscious inference&lt;/span&gt;" di tinggalkannya. Jiwa digambarkan elemen-elemen seperti pengindraan, perasaan dan sebagainya yang satu sama lain dihubungkan dengan asosiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahun 1896: Wundt mengajukan teori tiga dimensi dari perasaan dalam bukunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Grundriss der Psychologie&lt;/span&gt;. Dalam teorinya tentang perasaan, Wundt mengatakan bahwa ada tiga pasang kutub perasaan yaitu: "lust-unlust" = senang-tak-senang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pleasantness-unpleasntness&lt;/span&gt;), "spannung-losung" = tegang-tak-tegang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;strain-relaxation&lt;/span&gt;) dan "erregung-beruhigung" = semangat-tenang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;exciternet-calm&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;Pada periode ini Wundt sudah mulai menekankan pentingnya empiritetapi belum secara mantap menggunakan metode eksperimental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tahun 1902-1903: Dalam buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Phsyologische Psychologie&lt;/span&gt;, edisike-5, Wundt memberikan argumentasi lagi mengenai teorinya yang terbaru tentang perasaan. Konsep apresiasi bertambah penting.&lt;br /&gt;Pada periode ini pula Wundt menulis bukunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Volker Psychologie&lt;/span&gt;. Dalam buku ini Wundtmengemukakan tentang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the higher mental process&lt;/span&gt;"' yaitu proses-proses mental yang lebih tinggi dari pengindraan, perasaan, persepsi dan apersepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga persoalan yang harus dibahas dalam psikologi yang berdiri sendiri menurut Wundt adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Analisa dari Proses kesadaran ke dalam elemen-elemen.&lt;br /&gt;2. Penyelidikan mengenai bagaimana terjadinya hubungan-hubungan antara elemen-elemen itu.&lt;br /&gt;3. Penentuan hukum-hukum yang mengatur hubunganhubungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Ringkasan dari buku: Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Tokoh-tokoh Psikologi (Sarlito W Sarwono)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-7770868285227669413?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/7770868285227669413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/wundt-dilahirkan-di-neckarau-18-agustus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/7770868285227669413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/7770868285227669413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/wundt-dilahirkan-di-neckarau-18-agustus.html' title='Wilhelm Wundt (1832-1920)'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/SjVqJuDKFrI/AAAAAAAAABk/Pb7JyLv60C8/s72-c/wundt.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-747939650980431142</id><published>2009-06-06T22:55:00.001-07:00</published><updated>2009-06-21T16:27:01.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Ambalat; Punya Siapa?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr6a1FWEdI/AAAAAAAAAC0/B-BnIFDG8MQ/s1600-h/ambalat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 303px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr6a1FWEdI/AAAAAAAAAC0/B-BnIFDG8MQ/s320/ambalat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348862846288925138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ambalat merupakan perairan yang berada di daerah kalimantan timur, yang merupakan daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, yang kini tengah di perebutkan oleh kedua negara itu. Padahal, berdasarkan deklarasi Djuanda (1957), Ambalat merupakan wilayah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akhir-akhir ini, kawasan Ambalat memanas di keraenakan seringnya terjadi pelanggaran teritorial dari pihak Malaysia dengan memasuki kawasan wilayah Ambalat tanpa izin, bahkan perahu angkatan laut Malaysia sering memasuki wilayah Ambalat dan memprovokasi angkatan laut Indonesia yang sedang berpatroli di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseteruan Ambalat ini bukan kali ini terjadi, ini merupakan wilayah yang sudah lama di perebutkan oleh kedua negara tersebut, terutama setelah klaim Malaysia terhadap Pulau Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002, yang akhirnya mahkamah Internaisonal memenangkan Malaysia sebagai pemilik kedua Pulau tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana-mana masyarakat Indonesia berdemo terkait kasus ini (Tentara Malaysia memasuki perairan ambalat tanpa izin), dimana-mana terdengar pekikan suara siap terjun untuk jadi relawan untuk mempertahankan Ambalat jika memang harus terjadi perang dengan Malaysia, yang padahal antara Malaysia dan Indonesia merupakan satu rumpun melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira apabila kasus Ambalat ini tidak diselesaikan dengan serius oleh pemerintah, jangan-jangan pulau Kalimantan pun akan di Klaim sebagai wilyah malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat saja apa yang akan dilakukan Bapak Presiden terkait kasus Ambalat ini, apakah hanya akan diam saja melihat negeri ini dipecundangi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr6bMd7oxI/AAAAAAAAAC8/tmTyBZPywT0/s1600-h/hindia-belanda.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr6bMd7oxI/AAAAAAAAAC8/tmTyBZPywT0/s320/hindia-belanda.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348862852566065938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia tanah Air beta&lt;br /&gt;Pusaka abadi nan jaya&lt;br /&gt;Indonesia sejak dulu kala&lt;br /&gt;slalu di puja-puja bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana tempat lahir beta&lt;br /&gt;Di buai di besarkan Bunda&lt;br /&gt;Tempat berlindung di hari tua&lt;br /&gt;Sampai akhir menutup mata"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-747939650980431142?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/747939650980431142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/ambalat-punya-siapa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/747939650980431142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/747939650980431142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/ambalat-punya-siapa.html' title='Ambalat; Punya Siapa?'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sjr6a1FWEdI/AAAAAAAAAC0/B-BnIFDG8MQ/s72-c/ambalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-157785614134552792</id><published>2009-06-06T09:52:00.002-07:00</published><updated>2009-06-21T16:27:51.402-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Gaya Hidup Hedonisme; Seks di Lingkungan Mahasiswa</title><content type='html'>Tinjauan Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hedonisme sebagai istilah yang menunjukan paham kesenangan berasal dari kata Hedone yang berarti kesenangan. Dalam kamus Bahasa Indonesia, Hedonisme berarti paham yang beranggapan bahwa kesenangan adalah yang paling benar di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sejarah filsafat yunani kuno, tokoh filsuf yang pertama memperkenalkan Hedonisme adalah Democritus (400-370 SM), yang memandang kesenangan sebagai tujuan pokok di dalam hidup. Kendatipun yang dimaksud bukanlah hanya sekedar kesenangan fisik saja, melainkan kesenangna fisik sebagai alat perangsang bagi berkembangnya intelektual manusia. Epicurus (341-270 SM), sebagai tokoh masa Hellenisme, ia lebih mempunyai argumen yang lebih rinci mengenai Hedonisme. Baginya kesenangan tetap menjadi sumber norma, tetapi tidak sekedar meliputi kesenangan jasmaniah semata-mata, sebab kesenangan ini, terutama yang terlalu berlebihan akhirnya akan menimbulkan rasa sakit pula. Banyak makan enak terkadang akan menimbulkan sakit perut, begitu juga banyak melakukan hubungan seksual akan menyebabkan kelelahan yang luar biasa. Senang bagi Epicurus bermakan tidak adanya rasa sakit di dalam badan dan tidak adanya kesulitan kejiwaan. Sehingga puncak Hedone menurut Epicurus adalah ketenangan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hedonisme di Lingkungan Mahasiswa&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa sebagai generasi calon penerus bangsa tentu sedikit banyak sangat di harapkan mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa ini, lalu apa yang dapat diberikan oleh seorang mahasiswa apabila ia pun masih belum menyadari apa yang dilakukannya sehari-hari adalah salah satu permasalahan yang harus di tangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai lingkungan mahasiswa di daerah, sering kita mendapat kabar, baik lewat televisi, koran, majalah dll, mahasiswa yang tertangkap sedang melakukan pesta miras, atau melakukan hubungan seksual. Sepertinya hubungan sek di lingkunngan mahasiswa sekarang ini merupakan sebuah hal yang biasa terjadi dan tidak perlu di permasalahkan. Ada beberapa kasus yang secara langsung maupun tidak langsung saya perhatikan, di suatu Universitas di daerah Jawa Barat, sering sekali saya mendengar peristiwa hamil di luar nikah yang hasil dari hubungan sek di lingkungan mahasiswa. Bahkan hubungan pribadi seperti pacaran rasanya tidak sah apabila hanya sekedar peluk-pelukan oleh karena itu hubungan sek hanya dianggap sebagai hal yang biasa di saat berhubungan pacaran. Ironisnya dalam suatu peristiwa yang secara langsung saya sendiri megetahuinya, seorang mahasiswa perempuan dan laki-laki berhubungan pacaran telah biasa melekukan hubungan sek seperti halnya seseorang yang telah bersuami istri, lebih parahnya lagi di saat hubungan pacaran itu berakhir tidak ada rasa penyesalan sama sekali di kedua belah pihak terutama dari pihak perempuan yang seharusnya merasa telah kehilangan kehormatanya bahkan pihak perempuannyalah yang mengakhiri hubungan pacaran tersebut tanpa mempertimbangkan apa yang telah terjadi di saat mereka berhubungan pacaran layakanya hubungan suami istri yang sah. Secara tidak langsung meskipun ini hanya sebagai satu contoh saja, kita bisa menyimpulkan bahwa ternyata hubungan sek di lingkungan mahasiswa merupakan hal yang biasa saja saat berhubungan pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa hubungan sek diluar pernikahan baik di lingkungan mahasiswa ataupun bukan, semakin di dukung dengan banyaknya praktik dokter aborsi, yang mana apabila dari hubungan sek di liuar pernikahan tersebut menghasilkan seorang janin, dokter aborsilah datang seperti seorang malaikat yang akan memberikan sebuah pertolongan agar janin tersebut tidak sampai hidup di dunia ini, apabila janin tersebut memang tidak diharapkan untuk hadir dalam kehidupannya. Akhir-akhir ini kita di guncangkan dinegan berita telah di temukannya tempat praktik aborsi disebuah dareah di jakarta yang sudah praktik lebih dari 2 tahun, tentu dengan peristiwa tersebut kita dapat menganbil kesimpilan bahwa hubungan sek diluar nikah ini telah menjadi hal yang biasa, dan melakukan aborsi di saat dari hubungan sek tersebut menghasilkan janin maka itu menjadi pilihan yang terbaik tanpa memperdulikan resiko yang akan di dapat setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan sek memang merupakan sebuah kesenagan, tetapi disaat hubungan tersebut di praktikan bukan pada waktu dan tempatnya akan berakibat sebuah rasa sakit yang sangat menyakitkan baik terhadap jasmani terutama rohani. Pemahaman kata Hedonisme atau kesenangan di saat ini jauh dari harapan yang di maksud oleh Epicurus, yang telah saya paparkan bahwa menurutnya kesenangan ialah ketenangan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan sek, siapapun dan dimanapun manusia berada pasti ingin merasakannya, terkecuali ada hal-hal yang di luar kendali seperti halnya mempunyai gangguan kejiwaan dalam masalah sek, dan tentu itu sangat jarang sekali terjadi. Tetapi saat hubungan sek tersebut telah di praktikan bukan pada waktu dan tempatnya kebanyakan yang terjadi bukanlah kesenangan yang diharapkan yang akan datang tetapi masalahlah yang akan datang menghampiri. Dan ini telah keluar dari jalur paham Hedonisme yang ditawarkan oleh tokoh-tokoh filsuf yunani seperti Epicurus, karena saat hubungan sek yang tadinya diharapkan akan memberikan sebuah kesenangan tetapi akhirnya akan menimbulkan masalah yang akan menyebabkan tidak adanya ketengan jiwa ini telah keluar dari apa yang di maksud Epicurus yang mengharapkan dari kesenangan tersebut akan melahirkan ketenangan di dalam jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hedonisme di lingkungan mahasiswa saat ini merupakan fenomena paham prilaku yang khas negara berkembang. Perilaku tanggung dalam menangkap modernitas sebagai nilai. Simbol modernitas ditangkap sebagai barang jadi dan tidak memahami proses yang tejadi yang mendahuluinya. Simbol-simbol lahiriah seperti arsitektur rumah, pusat-pusat perbelanjaan modern, tempat-tempat hiburan modern, makanan modern, tekhnologi modern, gaya hidup modern, itu harus meniru bangsa modern dan itu identik dengan dunia barat. Tentu saja, di sisi yang lain, apa saja yang berbau “tradisional” meskipun itu milik kita sendiri yang seharusnya menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi negeri kita ini dianggap ketinggalan jaman dan harus ditinggalkan, kalau bisa secepatnya dimusnahkan agar tidak ada lagi di negeri ini, hanya untuk sekedar mendapatkan sebutan sebagai negara yang modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesunggunhya persepsi tersebut, telah merusak di semua lapisan masyarakat tidak terkecuali lingkungan mahasiswa yang nota benenya seorang pelajar. Kasus yang terjadi seperti hubungan sek yang sudah dianggap sebagai hal yang biasa saat ini, kasus tersebut merupakan salah satu fenomena Hedonisme generasi muda dari sekian banyak yang lain yang terjadi di berbagai lapisan masyrakat. Keinginan yang berlebihan terhadap modernitas ini sepeti ingin memiliki barang-barang yang mewah, kehidupan dunia modern yang setiap sabtu malam datang untuk melaksanakan ibadah rutinan di bar-bar, diskotik dan sebagainya., itu dijadikan sebagai suatu kebutuhan yang dianggap sebagai suatu kewajiban yang harus dipenuhi dan kalau tidak terpenuhi maka mendapatkan dosa karena dianggap masih menjadi manusia tradisional atau mahasiswa tradisional yang kerjanya hanya belajar, membaca, diskusi, kajian dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Apa yang Dapat Ditawarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara realita maupun logika, untuk menghilangkan sama sekali dorongan pemuasan kebutuhan jasmani adalah tidak mungkin. Saya yakin dari kalangan lapisan masyarakat manupun apabila di berikan pertanyaan seperti demikian pasti akan menjawab pula seperti halnya yang telah di paparkan diatas yaitu tidak mungkin untuk dihilangkan sama sekali. Sebab jasmaniah pula merupakan landasan penting untuk kesempurnaan hidup manusia. Tetapi seperti halnya yang telah di katakan Democritus, kesenangna fisik (jasmani) sebagai alat perangsang bagi berkembangnya intelektual manusia. Dalam arti tidak semata-mata hanya kesenangan jasmani saja yang kita harapkan tetapi dari hasil kita menikmati kesenangan jasmani tersebut kita dapat menghasilkan yang lebih yakni ketenangan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu solusi yang kiranya saya dapat tawarkan adalah, dengan cara menyaring terlebih dahulu segala sesuatu yang dikatakan bersifat modern yaitu dengan kita memahami modern itu sendiri dan menumbuhkan kembali hukum-hukum yang bersifat tradisional, sehingga kita bisa benar-benar mengerti dan dapat menilai antara segi baik dan buruknya yang akan timbul dari hal tersebut. Misalkan hubungan sek di luar pernikahan yang marak terjadi di indonesia ini umumnya, apabila kita dapat benar-benar bisa mengerti apa yang akan kita dapatkan dari sebuah hubungan sek di luar pernikahan terutama dikalangan mahasiswa terlebih apabila terjadi di lingkungan siswa SMA ataupun SMP. Hampir dapat dipastikan akan memberikan jawaban itu tidak dapat dibenarkan meskipun kita bertanya terhapa pelakunya sendiri. Hukum-hukum tradisional yang terkadang kita selalu melupakannya ternyata sangat memiliki arti yang sangat penting untuk mencegah gaya hidup Hedonisme yang berlebihan. Dalam hukum tradisional, kita telah mengetahui bahwa hubungan sek di luar pernikahan itu tidak dapat di benarkan apalagi di nilai dari sudut pandang agama, di dalam agama manapun sejauh yang saya ketahui tidak ada satupun agama yang dengan jelas memperbolehkan hubungan sek diluar pernikahan. Seandainya hukum tradisional seperti diatas bisa di terapkan oleh orang tua terutama sejak dini mungkin perilaku sek diluar hubungan pernikahan tersebut bisa di bendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah istilah yang menyatakan bahwa apabila kita ingin melihat masa depan maka lihatlah generasi mudanya. Sekarang apa yang kita bisa harapkan untuk masa depan jika sekarang kita melihat generasi muda kita sudah sangat sulit diharapkan termasuk mungkin saya sendiri sebagai penulis ini. Maka dari itu patut lah kita semua, merasa perlu untuk membangun sebuah masa depan yang cerah dengan cara kita membangun generasi muda terlebih dahulu yang mampu diharapkan untuk menciptakan masa depan yang cerah tersebut. Untuk menciptakan sebuah generasi muda yang mampu duharapkan untuk masa depan tentu itu memerlukan kerja keras dan kerja sama dari berbagai lapisan masyarakat, berbagai kalangan organisasi pemuda, organisasi mahasiswa, berbagai lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan tak terkecuali agama dan pemerintah. Semua harus bekerja sama walaupun itu terasa sulit untuk dilakukan tapi sekiranya masih ada jalan untuk menggapainya, kenapa tidak kita untuk mencobanya. Modernisasi memang sulit untuk kita bendung tetapi kita pun tidak harus berdiam saja menikmati itu semua. Tetapi kita harus bisa menggiring arus modernisasi tersebut agar dampak yang timbul tidak terlalu berakibat buruk bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa sebagai generasi yang sedikit banyak sangat diharapkan untuk kemajuan masa depan bangsa, rasanya patut menjadikan dirinya sebagai penggerak untuk menghadapi arus modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciputat, 27′01′09&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-157785614134552792?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/157785614134552792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/gaya-hidup-hedonisme-seks-di-lingkungan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/157785614134552792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/157785614134552792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/gaya-hidup-hedonisme-seks-di-lingkungan.html' title='Gaya Hidup Hedonisme; Seks di Lingkungan Mahasiswa'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-4580607787459468942</id><published>2009-06-06T09:52:00.001-07:00</published><updated>2009-06-21T16:28:51.050-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat'/><title type='text'>Aksiologi; Hakikat Nilai</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari filsafat, aksiologi secara formal baru muncul pada sekitar abad ke-19. Aksiologi mempunyai kaitan dengan axia yang berarti nilai atau berharga. Menurut Mautner (dalam Wiramihardja, 2006: 155), aksiologi mulai digunakan sebagaimana adanya saat ini oleh Lotze, Brentano, Husserl Scheeler dan Nicolai Hartmann. Dalam filsafat Yunani kuno, tema aksiologi lebih banyak berhubungan dengan masalah-masalah yang konkret, seperti api, udara dan air. Masalah nilai ini meliputi dua hal penting yaitu ada (being) dan nilai (value).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Aksiologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan (Kattsoff: 1992). Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dilema Moral dan Perkembangan Ilmu dan Teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu tidak saja menjelaskan gejala-gejala alam untuk pengertian dan pemahaman. Namun lebih jauh lagi bertujuan memanipulasi factor-faktor yang terkait dalam gejal;a tersebut untuk mengontrol dan mengarahkan proses yang terjadi. Misal, ilmu mengembangkan teknologi untuk mencegah banjir. Bertrand Russell menyebut perkembangan ini sebagi peralihan ilmu dari tahap kontemplasi ke manipulasi. Dalam tahap manipulasi inilah maka masalah moral muncul kembali namun dalam kaitan dengan factor lain. Kalau dalam tahap kontemplasi masalah moral bersangkutan dengan metafisika keilmuan maka dalam tahap manipulasi ini berkaitan dengan masalah cara penggunaan pengetahuan ilmiah atau secara filsafat dapat dikatakan, dalam tahap pengmbangan konsep terdapat masalah moral yang di tinjau dari segi ontology keilmuan sedangkan dalam tahap pengembangan konsep terdapat masalah moral ditinjau dari segi aksiologi keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban manusia bergerak seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Berkat kedua hal tersebut, pemenuhan kebutuhan manusia menjadi lebih mudah dan cepat. Namun, terdapat sisi buruk dari imu yaitu sejak dalam tahap pertama pertumbuhannnya ilmu sudah dikaitkan dengan tujuan perang. Ilmu bukan saja digunakan untuk menguasai alam melainkan juga untuk memerangi sesama manusia dan menguasai mereka. Mendapatkan otonomi yang terbebas dari segenap nilai yang bersifat dogmatik maka dengan leluasa ilmu dapat mengembangkan dirinya. Konsep ilmiah yang bersifat abstrak menjelma dalam bentuk konkret yang berupa teknologi. Ilmu tidak saja bertujuan untuk menjelaskan gejala-gejala alam untuk tujuan pengertian dan pemahaman tetapi bertujuan untuk memanipulasi faktor-faktor yang terkait dalam gejala tersebut untuk mengontrol dan mengarahkan proses yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapkan pada masalah moral maka ilmuwan dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu golongan pertama dan golongan kedua. Golongan pertama yaitu golongan yang menginginkan agar ilmu harus netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun aksiologis. Dalam hal ini tugas ilmuwan adalah menemukan pengetahuan dan terserah kepada orang lain untuk mempergunakannya. Adapun golongan kedua merupakan golongan yang berpendapat bahwa netralitas ilmu terhadap nilai-nilai hanyalah terbatas pada metafisik keilmuan, sedangkan penggunaannya, bahkan pemilihan obyek penelitian, maka kegiatan keilmuan harus berlandaskan asas-asas moral. Golongan pertama ingin melanjutkan tradisi kenetralan ilmu seperti pada saat era Galileo, sedangkan golongan kedua berusaha menyesuaikan kenetralan ilmu berdasarkan perkembangan ilmu dan masyarakat. Golongan kedua mendasarkan pendapatnya pada beberapa hal: ilmu secara faktual telah dipergunakan secara destruktif oleh manusia yang dibuktikan dengan adanya dua Perang Dunia yang mempergunakan teknologi-teknologi keilmuan,&lt;br /&gt;ilmu telah berkembang dengan pesat sehingga ilmuwan lebih mengetahui tentang ekses-ekses yang mungkin terjadi penyalahgunaan ilmu telah berkembang,dimana terdapat kemungkinan bahwa ilmu dapat mengubah manusia dan kemanusiaan yang paling hakiki, seperti kasus revolusi genetika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tanggung Jawab Sosial Ilmuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika keilmuan merupakan etika normatik yang merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat diterapkan dalam ilmu pengetahuan. Tujuan etika keilmuan adalah agar seorang ilmuan dapat menerapkan prinsip-prinsip moral, yaitu yang baik dan menghindarkan dari yang buruk kedalam perilaku keilmuannya, sehingga ia dapat menjadi ilmuan yang mempertanggungjawabkan keilmuannya. Etika normative menetapkan kaidah-kaidah yang mendasari pemberian penilaian terhadap perbuataan-perbuatan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya terjadi serta menetapkan apa yang bertentangan apa yang seharusnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai dan norma yang harus berada pada etika keilmuan adalah nilai dan norma moral. Bagi seorang ilmuan nilai dan norma moral yang dimilikinya akan menjadi penentu, apakah ia sudah menjadi ilmuan yang baik atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas seorang ilmuan harus menjelaskan hasil penelitiannya sejernih mungkin atas dasar rasionalitas dan metidologis yang tepat agar dapat dipergunakan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang etika tangguna jawab seorang ilmuan adalah bersifat objektif, terbuka, menerima kritik, menerima pendapat orang lain, kukuh dalam pendirian yang dianggap benar dan berani mengakui kasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Teori dan Penerapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kattsoff (2004: 323) menyatakan bahwa pertanyaan mengenai hakekat nilai dapat dijawab dengan tiga macam cara yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Subyektivitas yatu nilai sepenuhnya berhakekat subyektif. Ditinjau dari sudut pandang ini, nilai merupakan reaksi yang diberikan manusia sebagai pelaku dan keberadaannya tergantung dari pengalaman.&lt;br /&gt;   * Obyektivisme logis yaitu nilai merupakan kenyataan ditinjau dari segi ontologi, namun tidak terdapat dalam ruang dan waktu.Nilai-nilai tersebut merupakan esensi logis dan dapat diketahui melalui akal.&lt;br /&gt;   * Obyektivisme metafisik yaitu nilai merupakan unsur obyektif yang menyusun kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi nilai meliputi empat hal yaitu pertama, segi pragmatis yang merupakan suatu subyek yang memberi nilai. Kedua, segi semantis yang merupakan suatu obyek yang diberi nilai. Ketiga, suatu perbuatan penilaian. Keempat, nilai ditambah perbuatan penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai mempunyai bermacam makna seperti: mengandung nilai, yang artinya berguna merupakan nilai, yang artinya baik, benar atau indah&lt;br /&gt;mempunyai nilai yang artinya merupakan obyek keinginan, mempunyai kualitas yang dapat menyebabkan orang mengambil sikap menyetujui atau mempunyai sifat nilai tertentu memberi nilai, yang artinya menanggapi sesuatu sebagai hal yang diinginkan atau sebagai hal yang menggambarkan nilai tertentu&lt;br /&gt;Makna yang dikandung nilai tersebut menimbulkan tiga masalah yang bersifat umum, seperti: apakah yang dinamakan nilai itu? apakah yang menyebabkan bahwa suatu obyek atau perbuatan bernilai, dan bagaimanakah cara mengetahui nilai dapat diterapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai merupakan Kualitas Empiris yang Tidak Dapat Didefinisikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas merupakan sesuatu yang dapat disebutkan dari suatu obyek atau suatu segi dari barang sesuatu yang merupakan bagian dari barang tersebut dan dapat membantu melukiskannya. Adapun kualitas empiris didefinisikan sebagai kualitas yang diketahui atau dapat diketahui melalui pengalaman. Sebagai contoh pengertian baik, artinya pengertian nilai. Moore (dalam Kattsoff, 2004: 325) mengatakan bahwa baik merupakan pengertian yang bersahaja, namun tidak dapat diterangkan apakah baik itu. Pendefinisisan nilai juga didasarkan pada hal-hal lain, seperti rasa nikmat atau kepentingan. Moore menyebutnya sesat-pikir naturalistis. Nilai tidak dapat didefinisikan maksudnya nilai-nilai tidak dapat dipersamakan dengan pengertian-pengertian yang setara. Nilai dapat didefinisikan dengan cara-cara lain, seperti dengan menunjukkan contohnya sehingga dapat diketahui secara langsung. Jika nilai merupakan suatu kualitas obyek atau perbuatan tertentu, maka obyek dan perbuatan tersebut dapat didefinisikan berdasarkan atas nilai-nilai, tetapi tidak dapat sebaliknya. Kenyataan bahwa nilai tidak dapat didefinisikan tidak berarti nilai tidak bisa dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai sebagai Obyek Suatu Kepentingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orang tidak sepakat mengenai suatu nilai walapun nilai tersebut sudah jelas. Apabila seseorang mempertimbangkan tanggapan-tanggapan penilaian yang lain yang dibuatnya mengenai barang sesuatu atau tindakan maka pasti akan dijumpai semacam keadaan, perangkat, sikap atau kecenderungan untuk setuju atau menentang. Dalam hal ini tersedia tiga kemungkinan pilihan yaitu: sikap setuju atau menentang tersebut sama sekali bersangkut paut dengan masalah nilai sikap tersebut bersangkutan dengan sesuatu yang tidak hakiki sikap tersebut merupakan sumber pertama serta ciri yang tetap dari segenap nilai. Kemungkinan pertama sudah jelas. Kemungkinan kedua berarti bahwa, misalkan sikap tersebut ditimbulkan oleh suatu kualitas nilai tetapi bukan merupakan bagian dari hakekatnya. Kemungkinan ketiga berarti bahwa apabila seseorang mengatakan x bernilai maka dalam arti yang sama dapat dikatakan bahwa seseorang tersebut mempunyai kepentingan terhadap x. Sikap setuju atau menentang oleh Perry (dalam Kattsoff, 2004: 329) disebut kepentingan. Perry juga berpendapat bahwa setiap obyek yang ada dalam kenyataan maupun pikiran, setiap perbuatan yang dilakukan maupun yang dipikirkan, dapat memperoleh nilai jika berhubungan dengan subyek-subyek yang mempunyai kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Pragmatis Mengenai Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewey (dalam Kattsoff, 2004: 332) menyatakan bahwa nilai bukanlah sesuatu yang dicari untuk ditemukan. Nilai bukanlah suatu kata benda atau kata sifat. Masalah nilai berpusat pada perbuatan memberi nilai. Dalam Theory of Valuation, Dewey mengatakan bahwa pemberian nilai menyangkut perasaan dan keinginan. Pemberian nilai juga menyangkut tindakan akal untuk menghubungkan sarana dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, pemberian nilai berkaitan dengan bahan-bahan faktual yang tersedia dan berdasarkan bahan-bahan tersebut, perbuatan-perbuatan dan obyek-obyek dapat dihubungkan dengan tujuan-tujuan yang terbayang. Dapat disimpulkan bahwa pemberian nilai adalah ketentuan-ketentuan penggunaan berkaitan dengan kegiatan manusia melalui generalisasi-generalisasi ilmiah sebagai sarana mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai sebagai Esensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila nilai sudah sejak semula terdapat di segenap kenyataan, dapat dikatakan bahwa tidaklah terdapat perbedaan antara apa yang ada (eksistensi) dengan apa yang seharusnya ada. Yang sungguh-sungguh ada yaitu apa yang ada kini dengan yang mungkin ada (apa yang akan ada). Jika nilai bersifat intrinsik, maka nilai apa yang akan ada merupakan kelanjutan belaka dari apa yang seharusnya ada. Apabila nilai merupakan ciri intrnsik semua hal yang bereksistensi maka dunia ini merupakan dunia yang baik, kerena di dalamnya tidak mungkin terdapat keadaan tanpa nilai. Dengan demikian maka masalah adanya keburukan di dunia terhapus karena memperoleh pengingkaran.&lt;br /&gt;Sesungguhnya nilai-nilai ada dalam kenyataan, namun tidak bereksistensi. Berhubung dengan itu, nilai-nilai tersebut haruslah merupakan esensi-esensi yang terkandung dalam barang sesuatu serta perbuatan-perbuatan. Pandangan ini erat hubungannya dengan pandangan Plato dan Aristoteles (Kattsoff, 2004: 337) mengenai forma-forma. Sebagai esensi, nilai tidak bereksistensi, namun ada dalam kenyataan. Nilai-nilai mendasari sesuatu dan bersifat tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Ilmu, nilai dan keadaan bebas nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dulu pengadilan inkuisisi Galileo selam kurang lebih 2’5 Abad mempengaruhi proses perkembangan berfikfir di Eropa, yang pada dasarnya mencerminkan pertarungan antara ilmu yang ingin terbebas dari nila-nilai diluar bidang keilmuan dan ajaran-ajaran diluar bidang keilmuan yang ingin menjadikan nilai-nilai sebagai penafsiran metafisik keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun ini para ilmuan berjuang untuk menegakan ilmu yang berdasarkan penafsiran alam sebagaimana adanya semboyan ilmu yang bebas nilai setelah pertarungan kuranglebih 250 tahun, maka para ilmuan mendapatkan kemenangan. Setelah saat itu ilmu memperoleh otonomi dalam melakukan penelitiannya dalam rangka mempelajari alam sebagaimana adanya. Konflik seperti inipun terjadi terhadap ilmu-ilmu social dimana berbagai ideology mencoba mempengaruhi metafisik keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini sering terulang kembali dimana sebagian metafisik keilmuan dipergunakan dari ajaran moral yang terkandung dalam ideology tertentu bukan seperti yang dituntut hakikat keilmuan. Mendapatkan otonomi terbebas dari segenap nilai yang bersifat dogamatik ini, maka dengan leluasa ilmu dapat mengembangkan dirinya. Pengembangan konsepsional yang bersifat kontemplatif kemudian disusul dengan penerapan konsep-konsep ilmiah pada masalah-masalah praktis. Sehingga konsep ilmiah yang bersifat abstrak dapat berwujud konkrit yang berupa teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Ilmu Terapan dan Masalah Perkembangan Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orang tidak sepakat mengenai suatu nilai walapun nilai tersebut sudah jelas. Apabila seseorang mempertimbangkan tanggapan-tanggapan penilaian yang lain yang dibuatnya mengenai barang sesuatu atau tindakan maka pasti akan dijumpai semacam keadaan, perangkat, sikap atau kecenderungan untuk setuju atau menentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai bukanlah sesuatu yang dicari untuk ditemukan. Nilai bukanlah suatu kata benda atau kata sifat. Masalah nilai berpusat pada perbuatan memberi nilai. Dalam Theory of Valuation, Dewey mengatakan bahwa pemberian nilai menyangkut perasaan dan keinginan. Pemberian nilai juga menyangkut tindakan akal untuk menghubungkan sarana dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan. Dalam arti tertentu, jika nilai merupakan esensi yang dapat ditangkap secara langsung, maka sudah pasti hubungan antara nilai dengan eksistensi merupakan bahan yang sesuai benar bagi proses pemberian tanggapan dan memberikan sumbangan untuk memahami secara mendalam masalah-masalah yang berhubungan dengan nilai.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-4580607787459468942?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/4580607787459468942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/aksiologi-hakikat-nilai.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/4580607787459468942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/4580607787459468942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/aksiologi-hakikat-nilai.html' title='Aksiologi; Hakikat Nilai'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2731838301974696690.post-2470114888741906601</id><published>2009-06-06T09:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T16:29:42.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Atlantis; Benua yang Hilang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sit0oL0zkhI/AAAAAAAAABc/y4LDn7gGCy8/s1600-h/lemuriaregionatlantis1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sit0oL0zkhI/AAAAAAAAABc/y4LDn7gGCy8/s320/lemuriaregionatlantis1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344493616523088402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu-minggu ini saya mendapatkan sedikitbahan mengenai atlantis, beberapa pendapat yang bisa dikatakan radikal mengatakan bahwa Indonesia merupakan bagian dari benua atlantis tersebut yang hilang karena terjadi bencana alam yakni gunung meletus berdasarkan pada buku plato “Timaeus and Critias”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.”(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aria ia my middle blog&lt;/span&gt;).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun benarkah keberadaan benua itu memang ada? saya masih belun nenpunyai bahan yang cukup untuk dijadikan sebagai pegangan, akhir-akhir ini saya sedang mencoba mencari bahan-bahan tersebut untuk membuktikan bahwa memang benar Atlantis itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang menarik sekali membahas negeri indonesia ini, sejarah peradabannya begitu panjang dan mempunyai banyak versi, dari mulai Atlantis yang konon ada ribuan tahun sebelum masehi hingga Majapahit yang ada sekitar abad 10 M. Banyak yang harus kita renungkan dengan apa yang dimiliki tanah air yang subur ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2731838301974696690-2470114888741906601?l=dindingnusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/feeds/2470114888741906601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/atlantis-benua-yang-hilang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/2470114888741906601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2731838301974696690/posts/default/2470114888741906601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dindingnusantara.blogspot.com/2009/06/atlantis-benua-yang-hilang.html' title='Atlantis; Benua yang Hilang'/><author><name>Coretan Dinding Nusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01014903973296631389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='9' src='http://4.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sj8Xt-kTkoI/AAAAAAAAAFU/fVoOCtyTwqw/S220/Nusantara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_V5wi9vGBldA/Sit0oL0zkhI/AAAAAAAAABc/y4LDn7gGCy8/s72-c/lemuriaregionatlantis1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
