August 24, 2009

Borobudur

Boobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang berada di Indonesia, tepatnya Magelang, Jawa Tengah.Lokasi candi kurang lebih 100 km di sebelah barat daya kota Semarang dan 40 km di sebelaha barat laut kota Yogyakarta. Akan tetapi kapan candi Borobudur itu di dirikan tidaklah dapat diketahui secara pasti, namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan adanya tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli candi Borobudur yang menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasasti di akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9 M, dari bukti-bukti tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800-an M.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Sejarah mencatat Borobudur adalah candi terbesar di dunia yang pernah dibangun untuk penghormatan terhadap sang Budha. Bayangkan saja bangunannya mencapai 14.000m persegi dengan ketinggian hingga 35,29m.


Bentuk dari candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di setiap tingkatannya beberapa stupa.

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuno yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jataka.


Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi.

Secara berurutan, makna cerita pada relief candi Borobudur secara singkat bermakna sebagai berikut :

Karmawibhangga

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi Borobudur, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

Lalitawistara

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti “hukum”, sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.


Jataka dan Awadana

Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.


Gandawyuha

Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.

Candi Borobudur merupakan sebuah bukti sejarah yang menggambarkan kekuatan negeri ini, Borobudur merupakan kekayaan warisan budaya nenek moyang negeri ini yang patut kita jaga, syukuri dan kita banggakan. Selamat menikmati keindahan negeri ini.
Read More ..

August 23, 2009

Ujung Genteng













Ujung Genteng, Sebuah daerah di pesisir pantai selatan Jawa Barat, tepatnya terletak di wilyah Kabupaten Sukabumi. Penduduk Ujung Genteng Kebanyakan berpropesi sebagai nelayan, ada juga yang membudidayakan Penyu yang menghasilkan telur yang sangat lezat dan cukup mahal bila di jual, dan sisanya ada yang bertani serta menjadi penyadap Nira yang dijadikan gula kelapa.


Letak Ujung Genteng memang cukup jauh, jarak dari pusat Kota Sukabumi pun ± 100Km, perkiraan perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat sekitar 3-4 jam, dengan jalan yang berbelok-belok dan tebing-tebing yang tinggi serta jurang-jurang yang sangat dalam. Apabila dihitung dari Kota Jakarta, jaraknya ± 200Km, perkiraan waktu perjalanan yang ditempuh sekitar 5-6 jam, itupun apabila perjalanan lancar, karena saat akan memasuki wilayah Kabupaten Sukabumi, akan melewati kota kecil Cicurug dan Cibadak yang terkenal dengan kemacetannya sehingga dapat memperlambat perjalanan menuju Kota Sukabumi, namun apabila telah memasuki wilayah Kota Sukabumi perjalanan akan kembali lancar hanya saja lebar jalan dari Kota Sukabumi menuju Ujung genteng sangat kecil, sehingga hanya mampu dilalui dua kendaraan mobil, dan tidak dapat ditempuh dengan kecepatan tinggi.

Namun, meskipun perjalanannya begitu jauh dan melelahkan, tidak akan menyesal rasanya karena akan setimpal dengan keindahan alam yang disajikan di Ujung Genteng. Wilayah pesisiran yang terbilang masih alami dengan hamparan pasir putih yang sangat indah dan ombak-ombak yang sangat memesona yang akan jarang sekali ditemukan di wilayah pantai lain. Didaerah Ujung Genteng sendiri meiliki keindahan dan keunikan yang jarang kita temui di pantai-pantai yang lain, seperti, di Ujung Genteng kita dapat menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam yang sangat jarang sekali dimiliki di pantai-pantai yang lain.

Keunikan yang lainnya dari Ujung Genteng adalah, pesisir pantai sepanjang ujung genteng hingga pantai batu nunggul tidak terdapat ombak karena sudah tertahan oleh karang yang berada sekitar 200m sebelum garis pantai, padahal pantai-pantai di pesisir laut Selatan terkenal dengan ciri khas ombaknya yang besar termasuk di Ujung Genteng. Keindahan lainnya yang ada di Ujung Genteng adalah, disaat apabila air laut sedang surut, maka kita bisa berjalan-jalan jauh ke arah laut sambil melihat-lihat biota-biota laut yang terperangkap di kolam-kolam karang seperti, bintang laut, siput, ikan-ikan hias, udang-udang kecil dan bahkan cacing-cacing laut.

Selamat Menikmati keindahan alam nusantara sendiri. Read More ..