June 07, 2009

Wilhelm Wundt (1832-1920)

Wundt dilahirkan di Neckarau, 18 Agustus 1832. Sebelum menjadi seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai bapak Psikologi Wundt mula-mula dikenal sebagai tokoh sosiolog, filsafat dan ahli hukum.

Berdirinya laboratorium psikologi pertama di Leipzig pada tahun 1879 merupakan titik tolak berdirinya psikologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang terpisah dari ilmu-ilmu induknya(filsafat,faal,kedokteran).

Pada masa Wundt mendirikan laboratorium psikologi di Leipzig, di Amerika Serikat muncul tokoh lain yakni William James yang juga mengadakan eksperimen-eksperimen dalam psikologi, yang kelak mempelopori lahirnya aliran Fungsionalisme di Amerika Serikat yang bertentangan dengan aliran Strukturalisme Wundt. Perbedaan antara kedua aliran ini, Strukturalisme mencoba menyelidiki struktur kejiwaan, sedangkan Funsionalisme berusaha mencari fungsi dari jiwa tersebut.

Sistematika Psikologi Wundt:


1. Tahun 1860-an: Disebut periode pra sistematik. disini Wundt mengemukakan teori-teori tentang persepsi dan perbedaan antara perasaan(filling) dan penginderaan (sensation), yang didasarkan pada doktrin "unconscious inference".

2. Tahun 1874-1887: Dengan ditulisnya buku Phsyiologische Psychologie pada periode ini mulai jelas konsep-konsep Wundt. "unconscious inference" di tinggalkannya. Jiwa digambarkan elemen-elemen seperti pengindraan, perasaan dan sebagainya yang satu sama lain dihubungkan dengan asosiasi.

3. Tahun 1896: Wundt mengajukan teori tiga dimensi dari perasaan dalam bukunya Grundriss der Psychologie. Dalam teorinya tentang perasaan, Wundt mengatakan bahwa ada tiga pasang kutub perasaan yaitu: "lust-unlust" = senang-tak-senang (pleasantness-unpleasntness), "spannung-losung" = tegang-tak-tegang (strain-relaxation) dan "erregung-beruhigung" = semangat-tenang (exciternet-calm).
Pada periode ini Wundt sudah mulai menekankan pentingnya empiritetapi belum secara mantap menggunakan metode eksperimental.

4. Tahun 1902-1903: Dalam buku Phsyologische Psychologie, edisike-5, Wundt memberikan argumentasi lagi mengenai teorinya yang terbaru tentang perasaan. Konsep apresiasi bertambah penting.
Pada periode ini pula Wundt menulis bukunya Volker Psychologie. Dalam buku ini Wundtmengemukakan tentang "the higher mental process"' yaitu proses-proses mental yang lebih tinggi dari pengindraan, perasaan, persepsi dan apersepsi.

Tiga persoalan yang harus dibahas dalam psikologi yang berdiri sendiri menurut Wundt adalah:

1. Analisa dari Proses kesadaran ke dalam elemen-elemen.
2. Penyelidikan mengenai bagaimana terjadinya hubungan-hubungan antara elemen-elemen itu.
3. Penentuan hukum-hukum yang mengatur hubunganhubungan tersebut.


*Ringkasan dari buku: Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Tokoh-tokoh Psikologi (Sarlito W Sarwono)

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Atas Komentarnya!